Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Polisi Diminta Usut Teror Mahasiswa UGM dan Dosen UII

Nasional kekerasan intimidasi dunia maya
Yurike Budiman • 02 Juni 2020 05:06
Jakarta: Polisi diminta mengusut tuntas pelaku teror ancaman pembunuhan terhadap mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) dan dosen Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Apalagi, teror bukan saja tindakan kriminal, melainkan juga upaya membungkam kebebasan berpendapat, yang sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
 
"Sepanjang diskusi tersebut tidak ada yang bertentangan dengan hukum, ketertiban umum dan kesusilaan maka itu sah dan tidak boleh boleh dilarang," kata Ketua Keluarga Alumni Fakultas Hukum Gadjah Mada (KAHGAMA), Otto Hasibuan, di Jakarta, Senin, 1 Juni 2020.
 
Otto juga menceritakan pengalamannya sewaktu menjadi utusan UGM mengikuti diskusi dalam acara peringatan konferensi Asia Afrika yang diadakan Universitas Padjajaran di Bandung, Jawa Barat pada 1979. Menurutnya, zaman orde baru tidak separah sekarang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Polisi Belum Terima Laporan Adanya Intimidasi kepada Mahasiswa UGM
 
Kepolisian harus cepat bertindak mengungkap para pelaku teror tersebut. Otto menilai teror ini justru merusak citra Presiden Jokowi serta dapat mencederai hukum dan keadilan.
 
"Ini kalau tidak diungkap cepat akan merugikan nama baik Presiden Jokowi dan kepolisian. Terlebih lagi pola terornya juga sama dengan teror terhadap wartawan detik.com. Apakah itu dilakukan oleh pihak yang sama, perlu diusut. Saya yakin presiden tidak tahu menahu soal ini. Oleh karena itu teror ini harus cepat dibongkar demi menjaga nama baik Presiden," kata Otto.
 
Sebelumnya, diskusi virtual bertema 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan' yang diselenggarakan oleh Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), batal digelar.
 
Diskusi tersebut rencananya digelar pada Jumat, 29 Mei 2020, pukul 14.00-16.00 WIB. Sebelum diskusi digelar, kontroversi muncul terkait tema yang diusung.
 
Pasca menjadi viral di media sosial, sejumlah pihak yang terlibat dalam acara tersebut menjadi sasaran teror orang tak dikenal. Teror dialami oleh moderator, narahubung kegiatan maupun panitia penyelenggara.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif