Rizieq Shihab. Foto: MI/M. Irfan
Rizieq Shihab. Foto: MI/M. Irfan

Strategi Rizieq Shihab

Whisnu Mardiansyah • 15 Mei 2017 17:40
medcom.id, Jakarta: Pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab terbang dari Malaysia ke Arab Saudi. Ia tidak pulang ke Indonesia dengan berbagai pertimbangan.
 
"Sebenarnya habib (Rizieq) kemarin mau balik, tetapi ketika hukum sudah menjadi alat kekuatan dan alat politik, habib berpikir, oh, ini harus ada strategi baru untuk melawannya," kata Tim Advokasi FPI Sugito Atmo Prawiro saat dihubungi, Senin 15 Mei 2017.
 
Klik: FPI Membantah Rizieq Takut

Kata Sugito, Rizieq memandang kasus yang dituduhkan kepadanya adalah instrumen dari penguasa untuk menekannya dengan menggunakan polisi. Menurut Sugito, ada pihak yang panik Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kalah di pilkada, lalu dipenjara atas kasus dugaan penodaan agama.
 
"Ini bukan berarti yang berperan aktif untuk mengalahkan Ahok itu hanya Habib Rizieq. Kan banyak pihak," jelas Sugito.
 
Dia membantah Rizieq tidak kembali agar terhindar dari proses hukum. "Ini kan kasus yang sangat politis dan cenderung sebagai kriminalisasi ulama," ujar Sugito.
 
Klik: MUI imbau Rizieq Shihab Menghargai Hukum Indonesia
 
Sugito mengatakan alasan Rizieq kembali ke Arab Saudi karena ingin kembali fokus dan berkonsentrasi menjalankan ibadah di Tanah Suci. Rencananya, Rizieq di Arab Saudi hingga bulan puasa.
 
Polda Metro Jayasudah mengeluarkan surat perintah kepada penyidik untuk menjemput Rizieq. Terkait hal itu, Sugito menyampaikan, tim pengacara belum menerima surat perintah untuk menjemput Rizieq.
 
"Kalau misalnya saya terima pasti saya komunikasikan kepada temen-temen FPI," kata dia.
 
Penyidik Polda Metro Jaya perlu memeriksa Rizieq sebagai saksi. Ia dilaporkan ke Polda Metro terkait kasus dugaan percakapan berkonten pornografi melalui aplikasi WhatsApp.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>