Pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri. Dok. Istimewa
Pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri. Dok. Istimewa

Summarecon Agung Diduga Manipulasi Banyak Dokumen untuk Pembuatan IMB

Candra Yuri Nuralam • 30 Juni 2022 16:27
Jakarta: PT Summarecon Agung diduga memakai izin menggunakan bangunan (IMB) perusahaan lain untuk membangun apartemen di Yogyakarta. Perusahaan tersebut diduga memanipulasi banyak dokumen untuk melancarkan modus itu.
 
Informasi tersebut didalami dari pemeriksaan delapan saksi yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 29 Juni 2022. Mereka semua diperiksa di Kantor BPKP Perwakilan Yogyakarta.
 
"Seluruh saksi hadir dan dikonfirmasi, antara lain terkait dengan pemeriksaan kelengkapan administrasi pengusulan IMB apartemen oleh PT SA (Summarecon Agung) Tbk melalui PT JOP (Java Orient Property), di mana diduga banyak ditemukan berbagai dokumen dimanipulasi," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Kamis, 30 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sembilan saksi itu, yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yogyakarta, Suyana; Kepala Bidang Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Dian Lakshmi Pratiwi; Kepala Kantor ATR/BPN Yogyakarta, Eko Suharto; dan Sekretaris Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Christy Dewayani.
 
Lalu, informasi itu didalami dengan memeriksa pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Yogyakarta, Sumadi; Kabag Hukum Yogyakarta, Nindyo Dewanto; bagian hukum Pemkot Yogyakarta, S Vanny Noviandri; dan staf Dinas Lingkungan Hidup Yogyakarta, Pranoto.
 
Ali enggan memerinci lebih lanjut dokumen yang diduga dimanipulasi. Keterangan para saksi diyakini menguatkan tudingan penyidik terhadap para tersangka dalam kasus ini.
 

Baca: Summarecon Agung Diduga Buat Apartemen Pakai IMB Perusahaan Lain


Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Nurwidhihartana (NWH); dan Sekretaris Pribadi merangkap ajudan Haryadi, Triyanto Budi Yuwono (TBY), dalam rasuah ini. Tersangka pemberi suap, yakni Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Tbk (SA), Oon Nusihono (ON).
 
Haryadi menerima USD27.258 dari Oon melalui Nurwidhihartana dan Triyanto sebagai imbalan menerbitkan IMB Apartemen Royal Kedhaton yang berada di kawasan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fulus itu diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis, 2 Juni 2022.
 
KPK juga mengungkap Haryadi menerima minimal Rp50 juta dalam rangkaian proses penerbitan IMB apartemen Royal Kedathon. Namun, KPK belum mengungkap total uang yang diterima Haryadi.
 
Haryadi, Nurwidhihartana, dan Triyanto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
 
Sedangkan, Oon disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif