Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Johnny G Plate. (Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah)
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Johnny G Plate. (Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah)

NasDem Siap Pecat Gubernur Kepri

Nasional OTT KPK
Antara, Nur Azizah • 11 Juli 2019 14:00
Jakarta: Partai NasDem bakal memecat Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, sebagai kader bila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkannya sebagai tersangka. Nurdin disebut-sebut terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait izin lokasi rencana reklamasi.
 
"Kalau terbukti, akan segera diberhentikan. Karena tindakannya tidak sesuai platform partai," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Johnny G Plate, di Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Johnny menegaskan NasDem tak menoleransi kadernya yang terlibat korupsi. Kader partai wajib berintegritas. Kebijakan partai, kata dia, bisa memberhentikan kader jika kedapatan melakukan tiga hal; korupsi, narkoba, dan terlibat pidana pelecehan seksual terhadap anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika sudah ada keterangan resmi dari penegak hukum yang menangani, kami tidak perlu menunggu keputusan pengadilan untuk memberhentikan. Ini yang berkali-kali selalu kami tekankan kepada seluruh kader," tegasnya.
 
Baca juga:KPK Tangkap Enam Orang Terkait OTT
 
Gubernur Kepri Nurdin Basirun sebelumnya diduga ditangkap bersama lima orang lain di Kepri, pada Rabu, 10 Juli 2019. Lima orang yang dimaksud antara lain dari unsur kepala dinas di
bidang kelautan, kepala bidang, dua staf dinas, dan pihak swasta.
 
Dalam OTT KPK, penyidik juga mengamankan uang dalam bentuk rupiah dan mata uang asing. "KPK mengamankan uang dalam bentuk rupiah dan mata uang asing, sedang dalam proses
perhitungan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta.
 
Uang tersebut diduga terkait dengan izin lokasi rencana reklamasi di Kepri. Febri menyatakan tim KPK telah membawa pihak-pihak yang ditangkap tersebut ke gedung KPK, Jakarta.
 
"Mereka dalam perjalanan ke Jakarta lewat jalur udara, diperkirakan siang ini sampai di KPK dan akan dilanjutkan pemeriksaan intensif," kata Febri.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif