Tersangka kasus pengadaan Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II Richard Joost Lino. (Foto: MI/Bary Fathahillah)
Tersangka kasus pengadaan Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II Richard Joost Lino. (Foto: MI/Bary Fathahillah)

KPK Terus Pantau RJ Lino

Nasional pelindo ii rj lino
Ilham Pratama Putra • 17 Juli 2019 11:46
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memantau tersangka kasus pengadaan Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II Richard Joost Lino. Terlebih, beberapa waktu lalu Lino dikabarkan pelesiran ke luar negeri bersama sejumlah politisi.
 
Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya perlu mencari tahu lebih dulu terkait kabar tersebut. Kendati, komisi antirasuah pasrah andai Lino pelesiran usai masa pencegahannya habis.
 
"Yang pasti begini, pelarangan ke luar negeri itu ada batas waktunya; enam bulan dan diperpanjang (lagi) selama enam bulan. Kalau lebih dari itu, tentu KPK tidak melarang," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alih-alih menghalangi Lino, Febri menyebut KPK masih fokus pada pendalaman dan pemeriksaan saksi. Termasuk menghitung kerugian negara akibat ulah Lino.
 
Lebih lanjut, Febri memastikan akan mengonfirmasi kabar pelesiran tersebut ke Lino. "KPK pasti tahu dan jika diperlukan pemeriksaan sebagai tersangka, akan dilakukan pemanggilan," jelas Febri.
 
Baca juga:KPK Telisik Proses Pengecekan QCC di Pelindo II
 
RJ Lino dikabarkan pergi ke luar negeri bersama sejumlah kader partai politik. Unggahan di akun Instagram @herigunawan88 milik Politikus Gerindra Heri Gunawan mengungkapkan RJ Lino tengah berada di dalam sebuah pesawat. Selain Heri, ada pula Politikus Partai Golkar Misbakhun, Politikus PKS Akbar Faisal, dan Politikus PKS Abubakar Al Habsyi.
 
RJ Lino diduga menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi Dirut Pelindo II untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan atau korporasi dengan memerintahkan penunjukkan langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huangdong Heavy Machinery sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC.
 
RJ Lino disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Kasus ini ditangani KPK sejak Desember 2015. Namun pengusutan kasus itu belum rampung. Penyidik bahkan belum menahan RJ Lino. Dia terakhir diperiksa pada 5 Februari 2016.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif