Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Putri Candrawathi. (tangkapan layar)
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Putri Candrawathi. (tangkapan layar)

Saat Hakim Dibikin Takjub Soal Laporan Pelecehan Seksual Putri Candrawathi Bisa Dipesan

Fachri Audhia Hafiez • 29 November 2022 18:06
Jakarta: Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) takjub saat mengetahui bahwa laporan polisi (LP) tentang pelecehan terdakwa Putri Candrawathi yang dipesan Ferdy Sambo. Keterangan itu didapatkan dari saksi mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Selatan, Ridwan Rhekynellson Soplanit.
 
Awalnya Ridwan mendapat perintah Ferdy Sambo lewat melalui eks Wakaden B Biro Pengamanan Internal (Paminal), Arif Rachman Arifin, untuk membuat berita acara interogasi (BAI) Putri Candrawathi. Meksipun tanpa kehadiran Putri ke Polres Metro Jakarta Selatan, BAI itu tetap dibuat.
 
"Proses itu tetap berjalan, kemudian saat itu kita langsung mengantarkan ke rumah Saguling (rumah pribadi Ferdy Sambo) hasil dari pada pembuatan BAI," kata Ridwan saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa, 29 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Ridwan, pengantaran BAI tersebut bersama-sama Kapolres Metro Jakarta Selatan Budhi Herdi Susianto dan petinggi Polres Metro Jakarta Selatan. Mereka justru hanya bertemu dengan Ferdy Sambo.
 
Ferdy Sambo disebut membawa BAI itu ke lantai dua rumahnya. BAI itu sempat dikoreksi sesuai keinginan Ferdy Sambo.
 
"Habis koreksi itu kita melihat laporannya dan saat itu sudah fix bahwa sesuai yang disampaikan kronologis tersebut yang disampaikan PC (Putri Candrawathi)," kata Ridwan
 
"Luar biasa sekali perkara pembunuhan laporan polisi berita acara interogasi dibuat berdasarkan pesanan," kata hakim.
 
Putri Candrawathi sempat melaporkan dugaan pelecehan atau kekerasan seksual ke Polres Metro Jakarta Selatan oleh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Pelaporan itu tergistrasi dengan momor LP/1630/B/VII/2022/SPKT Polres Metro Jakarta Selatan tertanggal 9 Juli 2022.
 

Baca juga: Keluh Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel ke Ferdy Sambo: Kenapa Kami Dikorbankan?


 
Ridwan dihadirkan sebagai saksi untuk Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Keduanya didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Pada perkara tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.
 
Sementara, Ferdy Sambo juga didakwa menghalangi penyidikan atau obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
 
Ferdy Sambo didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif