Ilustrasi penangkapan. Medcom
Ilustrasi penangkapan. Medcom

Perampokan Menggunakan Senjata Tajam di Jakpus, 2 Pelaku Ditangkap, 4 Lainnya Buron

Christian • 03 Agustus 2022 10:11
Jakarta: Polisi menangkap perampok yang menggunakan senjata tajam jenis kampak, A, 21, di Jakarta Pusat. Sebanyak empat perampok lainnya masih diburu.
 
Kelompok remaja ini biasa nongkrong di kawasan Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat. Mereka biasa berkumpul di kontrakan, Jalan Kampung Duri Barat, Gambir. 
 
Setelah menangkap A, polisi meringkus pelaku lainnya, M. M yang juga terlibat aksi begal di kawasan Cengkareng akhirnya dibawa anggota Polsek Cengkareng. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kira tangkap satu orang tersangka inisial A. Tersangka A ini warga Duri Dalam, Jakarta Barat. Dia sudah putus sekolah. Tersangka A juga pernah berurusan dengan kasus kepemilikan senjata tajam saat tawuran," ucap Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir, Komisaris Polisi (Kompol) Andika Aris Prasetya Medcom.id, Rabu 3 Agustus 2022.
 

Baca: 2 Terduga Pelaku Pembunuhan Mayat Terlilit Lakban Ditangkap


Polsek Metro Gambir masih mengejar 4 tersangka lainnya. Mereka ialah I, K, K, dan S. 
 
"Masih dalam pengejaran. Tersangka inisial I (DPO) berperan memegang kampak saat kejadian," ucap dia.

Kronologi Perampokan

Andika menjelaskan tersangka A berperan mengambil motor milik korban. Barang bukti yang disita balok kayu sepanjang 3 meter yang digunakan tersangka untuk menghadang motor korbannya. 
 
"Tersangka A bersama sama temannya berinisial I, K, K, M, dan S merencanakan aksi kejahatan. Dalam aksinya, para tersangka tergolong sadis. Mereka tak segan-segan membacok korban dengan sebilah kampak," jelas dia. 
 
Ketika korban, GR dan pacarnya CM, melintas menggunakan motor Vario bernomor polisi B 3529 UPL di Jalan Subur, tiba-tiba motor yang dikendarai GR terhalang balok kayu. Tersangka I langsung memukul kepala korban yang memakai helm itu dengan sebilah Kampak. Setelah korban inisial GE terjatuh, pelaku lainnya, K, K, dan M ikut memukuli korban dengan balok pendek. Sedangkan tersangka S berperan mengamati wilayah sekitar. 
 
Setelah korban jatuh, A langsung mengambil motor korban dan membawa kabur. Setelah itu, A membawa motor ke daerah Indramayu, Jawa Barat.
 
"Motor aksi kejahatan mereka sudah dijual di daerah Indramayu dengan harga Rp2,5 juta. Hasilnya dibagi rata dari pengakuan si A," ucap dia. 
 
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara. 
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif