Tersangka Putri Candrawathi melakukan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. MI/Susanto
Tersangka Putri Candrawathi melakukan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. MI/Susanto

Isu Dugaan Pelecehan Seksual Diyakini Tak Ganggu Kasus Brigadir J

Juven Martua Sitompul • 06 September 2022 17:16
Jakarta: Dugaan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, diyakini tak akan mengaburkan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J. Apalagi, dugaan pelecahan seksual terhadap Putri itu belum memiliki bukti yang kuat.
 
"Terutama alat buktinya apa? Karena dalam ranah penyidikan perlu kejelasan semua temuan dan petunjuk yang ada," kata Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon kepada wartawan, Jakarta, Selasa, 6 September 2022.
 
Josias menyebut dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri masih sumir. Menurut dia, tak menutup kemungkinan dugaan pelecehan seksual ini untuk meringankan hukuman para tersangka pembunuhan Brigadir J.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena bicara motif yang akan menentukan pasal tindak pidananya karena itu dalam rangka mengaburkan atau meminimalkan hukuman," kata Josias
 
Namun, kata Josias, Tim Khusus Polri harus tetap mendalami dan memverifikasi ulang dugaan pelecehan seksual terhadap Putri tersebut. Dia menilai temuan Komnas HAM baru berdasarkan keterangan saksi dan korban.
 
"Apakah sesuai atau tidak, dengan yang sudah ada. Jadi masukan atau tambahan yang perlu diverifikasi kembali," ujarnya.
 

Baca: Polri Sulit Buktikan Pelecehan Seksual Putri Candrawathi di Magelang, Ini Alasannya


Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam sebelumnnya menjelaskan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri terjadi di Magelang pada 7 Juli 2022. Saat itu, Irjen Ferdy Sambo bersama dengan Putri berencana merayakan ulang tahun pernikahan mereka berdua sekitar pukul 00.00 WIB.
 
"Adanya perayaan hari ulang tahun pernikahan saudara FS dan PC pada tanggal yang sama terdapat dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap saudari PC di mana saudara FS pada saat yang sama tidak berada di Magelang," kata Anam di Kantor Komnas HAM, Kamis, 1 September 2022.
 
Anam menerangkan Kuat Maruf alias KM dan Susi alias S mengancam Brigadir J pascakejadian pelecehan seksual. Mereka berdua juga membantu Putri Candrawathi untuk masuk ke dalam kamar.
 
"Ancaman ini terkonfirmasi di sini kami mendapatkan informasi yang waktu itu skuat-skuat menjadi si Kuat," ujar dia.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif