Mantan penyidik KPK Novel Baswedan di Polri. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Mantan penyidik KPK Novel Baswedan di Polri. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Polri Buka Peluang Novel Baswedan Kembali Usut Korupsi Bansos

Siti Yona Hukmana • 13 Desember 2021 17:10
Jakarta: Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berpotensi mengusut kembali kasus yang pernah ditangani. Salah satunya kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) covid-19.
 
"Tidak menutup kemungkinan apa yang disampaikan sebagai suatu informasi yang dimiliki dan kompetensi akan memperkuat Polri pada kasus-kasus penanganan tindak pidana korupsi (tipikor) di negara tercinta ini," kata analis Kebijakan Madya bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dalam bincang-bincang via akun Instagram Mabes Polri, Senin, 13 Desember 2021.
 
Trunoyudo mengatakan informasi dan pengalaman yang dimiliki Novel dan kawan-kawan dapat dimanfaatkan Polri dalam pemberantasan tipikor. Namun, dia mengatakan saat ini Novel dan 43 rekannya tengah fokus pendidikan dan pelatihan di Pusat Pendidikan dan Administrasi (Pusdikmin), Bandung, Jawa Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Novel Baswedan cs nantinya ditempatkan pada Divisi Pencegahan Korps Pemberantas (Kortas) Tipikor. Trunoyudo belum dapat memastikan batas tugas Novel cs. Namun, menjadi bagian tim pencegahan bisa saja membelenggu Novel menindak pelaku korupsi bansos covid-19.
 
Dia menyebut pengangkatan eks pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri bisa memperkuat organisasi Polri. Yakni dengan mengisi ruang lingkup beberapa direktorat tipikor.
 
"Khususnya saat ini di Bareskrim itu ada yang namanya pencegahan, penindakan, dan juga sifatnya kerja sama," ungkap mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu.
 
Sebelumnya, Novel Baswedan mengungkapkan korupsi bansos covid-19 yang nilainya mencapai Rp100 triliun. Namun, dia belum bisa memastikan lantaran perlu penyelidikan lebih dalam.
 
Kasus bansos covid-19 itu terungkap usai KPK melakukan operasi tangkap tangan atas dugaan rasuah di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Novel menduga kasus serupa juga terjadi di seluruh Indonesia dengan pola sama.
 
"Ini kasus yang mesti diteliti lebih jauh. Kasus ini nilainya puluhan triliun. Bahkan saya rasa seratus triliun nilai proyeknya dan ini korupsi terbesar yang saya pernah perhatikan," kata Novel, Senin, 17 Mei 2021.
 
Baca: KPK Minta PPATK Usut Transaksi Pengadaan Terkait Penanganan Covid-19
 
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif