Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Operasi Madago Raya 2022 Bakal Pakai Formula Persuasif

Fachri Audhia Hafiez • 01 Januari 2022 11:41
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya sudah diperpanjang untuk pelaksanaan pada 2022. Formula operasi ini akan mengedepankan pendekatan persuasif atau soft approach.  
 
"Operasi Madago Raya tahun 2022 akan mengedepankan tindakan soft approach, bagaimana cara bertindak ini semua, sementara (sedang) dirumuskan," kata Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Rudy Sufahriadi melalui keterangan tertulis, Sabtu, 1 Januari 2022.
 
TNI dan Polri, kata Rudy, tengah berupaya melakukan pendekatan kepada masyarakat dan tokoh agama setempat. Langkah itu dilakukan agar tim memperoleh informasi mengenai keberadaan para buronan teroris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Para DPO (daftar pencarian orang) juga agar menyerahkan diri, tetapi sampai sekarang belum ada. Sehingga, harus terus dicari," ujar Rudy.
 
Baca: Sepanjang 2021, Satgas Madago Raya Tangkap 5 Teroris MIT Poso
 
Tersisa empat teroris dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulteng, yang belum ditangkap. Rudy menjelaskan empat teroris itu tersebar di Poso dan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
 
Sebanyak dua teroris di Poso, yaitu Suardin alias Farhan alias Abu Farhan dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang alias Basir. Sebanyak dua orang dari Bima, yaitu Jafar alias Pak Guru alias Askar dan Imam alias Galuh alias Nae.
 
Ribuan TNI-Polri dilibatkan dalam Operasi Madago Raya. Banyak pihak yang tergabung di dalamnya, termasuk Densus 88 Antiteror Polri dan Koopsgabsus TNI yang terdiri atas satuan elite Kopassus, Marinir, dan Paskhas.
 
Total sembilan anggota kelompok MIT Poso yang masuk DPO. Lima orang telah ditangkap Satgas Operasi Madago Raya sepanjang 2021.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif