Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Kejaksaan Diperintahkan Mencermati Isu Mafia Tanah, Pelabuhan, dan Bandara

Siti Yona Hukmana • 10 Januari 2022 15:20
Jakarta: Jaksa Agung ST Burhanuddin memerintahkan para jaksa mencermati isu mafia tanah, pelabuhan, dan bandar udara (bandara). Instruksi ini tertuang dalam Surat Edaran Jaksa Agung Nomor 16 Tahun 2021 tentang Pemberantsan Mafia Tanah dan Surat Edara Jaksa Agung Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Mafia Pelabuhan dan Bandar Udara.
 
"Kepada para jaksa agung muda, isu aktual terkini yang patut dicermati adalah maraknya mafia tanah, mafia pelabuhan, dan bandar udara, serta kelangkaan pupuk bagi petani," kata Burhanuddin dalam keterangan tertulis, Senin, 10 Januari 2022.
 
Dia meminta para jaksa segera melaksanakan perintah tersebut. Dia menunggu laporan baik atas kinerja para jaksa agung muda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kehadiran para mafia tersebut telah meresahkan masyarakat dan mengganggu roda perekonomian negara, bahkan berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi yang dapat kerugian perekonomian," tegas Burhanuddin.
 
Dia meminta para jaksa agung muda merapatkan barisan dan melakukan akselerasi pemberantasan para mafia. Para jaksa juga diharapkan dapat mengambil sikap tegas tanpa kompromi dan menyikat habis para mafia yang meresahkan masyarakat tersebut.
 
Baca: Kementerian ATR Serahkan Penetapan Tersangka Mafia Tanah Ke Penegak Hukum
 
Burhanuddin melantik sejumlah pejabat Korps Adhyaksa pada Senin pagi, 10 Januari 2022. Sunarta dilantik menjadi Wakil Jaksa Agung, Amir Yanto sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen, Febrie Adriansyah sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, dan Ali Mukartono sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan.
 
Burhanuddin berharap formasi baru yang ini dapat bekerja secara solid. Sebab, soliditas merupakan kunci kekuatan institusi Kejaksaan.
 
"Penyelesaian suatu perkara kerap kali harus melibatkan lintas bidang, sehingga tidak boleh ada ego sektoral. Dalam bekerja, kita tidak dapat bekerja sendirian maupun bekerja secara sendiri-sendiri, setiap bidang harus dapat berkolaborasi yang akan saling mendukung dan saling melengkapi untuk satu tujuan bersama yaitu kepentingan institusi," kata Burhanuddin.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif