Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Polisi Dinilai Kurang Cermat Soal Penetapan Terduga Pengeroyok Ade Armando

Kautsar Widya Prabowo • 16 April 2022 15:43
Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai polisi tidak cermat dalam menetapkan terduga pelaku pengeroyok pegiat media sosial Ade Armando. Polisi keliru menetapkan seorang terduga pelaku atas anam Abdul Manaf.
 
"Saya berharap lidik sidik dilakukan secara cermat untuk mengurangi eror in persona, terutama dalam penggunaan face recognition," ujar juru bicara Kompolnas Poengky Indarti kepada Medcom.id, Sabtu, 16 April 2022. 
 
Poengky menegaskan seharusnya alat pengenal wajah atau face recognition tidak dijadikan satu-satunya bukti untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka. Melainkan, perlu diperkuat dengan bukti-bukti lain. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Banyak orang yang mirip. Terkadang jika buktinya hanya foto, apalagi menggunakan aksesoris seperti topi, penyidik bisa saja keliru dalam mengindentifikasi," jelasnya. 
 
Poengky berharap ke depan kejadian serupa tidak terulang. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan lebih dalam untuk menggali fakta apakah yang bersangkutan terlibat atau tidak.
 
Baca: Mekanisme Penyelidikan Kasus Pengeroyokan Ade Armando Dinilai Melanggar Etik
 
Sebelumnya, Polda Metro Jaya meminta empat terduga pelaku pengeroyokan Ade Armando menyerahkan diri. Mereka adalah Dhia Ul Haq, Ade Purnama, Abdul Latif dan Abdul Manaf. 
 
Tidak berselang lama, penyidik  menegaskan terduga pelaku Abdul Manaf tidak terlibat pengeroyokan pegiat media sosial Ade Armando saat aksi mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI Jakarta Pusat, Senin, 11 April 2022. Petugas Polda Metro Jaya sempat mengidentifikasi keberadaan Abdul Manaf melalui sistem face recognition yang diketahui berada di Karawang, Jawa Barat.
 
"Kita temukan keberadaanya di Karawang sekarang tim sudah di sana sudah menemukannya. Setelah kita lakukan pencocokan, pemeriksaan awal ternyata Abdul Manaf itu tidak terlibat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Rabu, 13 April 2022.
 
Zulpan mengungkapkan Abdul Manaf awalnya diduga terlibat sebagai salah satu terduga pelaku dalam kasus pengeroyokan Ade Armando. Zulpan mengaku sistem face recognition yang mengidentifikasi Abdul Manaf kurang akurat.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif