Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Mekanisme Penyelidikan Kasus Pengeroyokan Ade Armando Dinilai Melanggar Etik

Kautsar Widya Prabowo • 16 April 2022 14:27
Jakarta: Peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Miftah Fadhli menilai mekanisme penyelidikan dalam kasus pengeroyokan Ade Armando melanggar etika profesi. Pasalnya, polisi menyebarkan identitas terduga pelaku, padahal masih tahap penyelidikan dan status hukumnya belum jelas.
 
"Penyebarluasan data pribadi terduga pelaku tindak pidana, padahal masih dalam proses penyelidikan, dan bahkan belum masuk dalam penuntutan, berpotensi melanggar hak-hak individu, dalam hal ini hak atas privasi," ujar Miftah kepada Medcom.id, Sabtu, 16 April 2022. 
 
Miftah menjelaskan langkah kepolisian tersebut dikenal dengan doxing. Istilah ini merupakan tindakan menyebarkan data pribadi tanpa izin, mulai dari foto, nama, alamat, dan nomor telepon. Meski tindakan tersebut tidak masuk ke ranah pidana, namun bisa masuk ke ranah etika profesi kepolisian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, ia menilai mekanisme penyelidikan dugaan pengeroyokan Ade bertentangan dengan undang-undang. Salah satunya, Pasal 26 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
"Bagaimana pun juga, menyebarluaskan data pribadi seseorang tanpa persetujuan orang yang bersangkutan tidak dibenarkan oleh hukum," terangnya.
 
Baca: Kompolnas Jawab Kesalahan Polisi Kenali Wajah Pelaku Pengeroyok Ade Armando
 
Sebelumnya, Polda Metro Jaya meminta empat terduga pelaku pengeroyokan Ade Armando menyerahkan diri. Mereka adalah Dhia Ul Haq, Ade Purnama, Abdul Latif dan Abdul Manaf. 
 
Tidak berselang lama, penyidik  menegaskan terduga pelaku Abdul Manaf tidak terlibat pengeroyokan pegiat media sosial Ade Armando saat aksi mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI Jakarta Pusat, Senin, 11 April 2022. Petugas Polda Metro Jaya sempat mengidentifikasi keberadaan Abdul Manaf melalui sistem face recognition yang diketahui berada di Karawang, Jawa Barat..
 
Zulpan mengungkapkan Abdul Manaf awalnya diduga terlibat sebagai salah satu terduga pelaku dalam kasus pengeroyokan Ade Armando. Zulpan mengaku sistem face recognition yang mengidentifikasi Abdul Manaf kurang akurat.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif