Pengadilan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Pengadilan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Penyuap Proyek Air Minum Dituntut Empat Tahun Penjara

Nasional OTT di Kementerian PUPR
Theofilus Ifan Sucipto • 08 Mei 2019 18:49
Jakarta: Empat orang penyuap proyek air minum dituntut empat tahun penjara. Mereka dinilai terbukti menyuap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
 
"Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan," kata jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) I Wayan Riana saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu 7 Mei 2019.
 
Keempat orang tersebut adalah Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto; Direktur PT WKE Lily Sundarsih; Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Irene Irma; Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo. Mereka dituntut hukuman penjara empat tahun dan denda sebesar Rp200 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski begitu ada perbedaan subsider kurungan. Budi Suharto diganjar subsider enam bulan kurungan, sedangkan Lily, Irene, dan Yuliana diganjar empat bulan kurungan.
 
Mereka diduga terlibat perkara suap proyek pembangunan SPAM milik Kementerian PUPR. Selain keempat penyuap, KPK menetapkan empat orang lain sebagai tersangka karena menerima uang suap.
 
Mereka adalah Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kusrinah; Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar; dan PPK SPAM Toba I Donny Sofyan Arifin.
 
Baca: KPK Sita Dua Ruko di Manado Terkait Suap Proyek Air
 
Total barang bukti yang diamankan KPK adalah uang Rp3,3 miliar, SGD23.100, dan US$3.200. Anggiat, Meina, Nazar, dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM tahun 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa.
 
Sementara itu, dua proyek lain yang juga diatur lelangnya ialah pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Lelang diatur sedemikian rupa agar dimenangkan PT WKE dan PT TSP.
 
Anggiat diduga menerima fee untuk pemulusan proyek-proyek itu Rp850 juta dan USD5 ribu, Meina menerima Rp1,42 miliar dan US$22 ribu. Sementara itu, Nazar menerima Rp2,9 miliar dan Donny menerima Rp170 juta.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif