Menteri BUMN Erick Thohir. Dok. BNPB
Menteri BUMN Erick Thohir. Dok. BNPB

Erick Thohir Izinkan Inggris Selidiki Garuda Indonesia Terkait Korupsi

Nasional Garuda Indonesia kasus korupsi indonesia-inggris emirsyah satar tersangka Erick Thohir
Nur Azizah • 06 November 2020 13:04
Jakarta: Pemerintah Inggris berencana menyelidiki PT Garuda Indonesia (Persero) untuk menelusuri kasus dugaan suap dan korupsi yang dilakukan produsen pesawat Bombardier. Langkah Pemerintah Inggris mendapat dukungan penuh dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
 
"Kami di Kementerian BUMN sangat mendukung untuk tindak lanjut masalah hukum di Garuda," kata Erick dalam pesan singkatnya, Jakarta, Jumat, 6 November 2020.
 
Ia bakal berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), serta Kejaksaan Agung untuk kasus ini. Kemenkumham tengah mengkaji kontrak kerja sama hukum tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erick menyebut dukungan ini bagian dari prinsip good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik. Sejak awal menjabat, Erick berkomitmen perusahaan pelat merah harus transparan. Garuda Indonesia pun sudah menggandeng KPK untuk bersih-bersih lembaga dari potensi korupsi.
 
Baca: Garuda Indonesia Gandeng KPK Cegah Korupsi
 
Sebelumnya, lembaga penegak hukum di Inggris, Serious Fraud Office (SFO), memulai penyelidikan terkait korupsi Bombardier dan Garuda Indonesia. Kasus ini berhubungan dengan kasus suap yang menjerat mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar.
 
Kasus suap Emirsyah telah bergulir hingga vonis yang diperkuat dengan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta. Emirsyah yang mengajukan banding tetap dihukum delapan tahun penjara seperti putusan pengadilan tingkat pertama.
 
"Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 8 Mei 2020 Nomor 121/Pid.Sus-Tpk/2019/PN.Jkt.Pst yang dimintakan banding tersebut," dikutip Medcom.id dari laman Mahkamah Agung (MA), Senin, 3 Agustus 2020.
 
Emirsyah dinilai menerima uang dengan jumlah keseluruhan Rp8,859 miliar, US$884.200, 1.020.975 euro, dan 1.189.208 dolar Singapura.
 
Uang suap berasal dari Airbus SAS, Roll-Royce Plc, dan Avions de Transport regional (ATR), serta Bombardier Canada. Uang mengalir lewat Hollingsworld Management International Ltd Hong Kong dan Summberville Pacific Inc.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif