Novanto Memutuskan tidak Banding
Terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto/ANT/Hafidz Mubarak
Jakarta: Terdakwa korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el) Setya Novanto tidak akan mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Eks Ketua DPR itu siap menjalani seluruh vonis.

"KPK sudah mendapatkan informasi pihak Setya Novanto menerima putusan hakim Pengadilan Tipikor tersebut," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin, 30 April 2018.

Keputusan Novanto menerima suluruh putusan hakim membuktikan adanya tindak pidana korupsi pada pengadaan proyek KTP-el. Hal itu juga membuktikan Novanto terlibat korupsi megaproyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.


"Saya kira ini dapat mempertegas bahwa semua sangkalan dan bantahan Setya Novanto tidak terlibat dalam kasus KTP-el menjadi tidak relevan," ucap dia.

Baca: Hak Politik Novanto Dicabut

Novanto sekaligus membantah tudingan semua pihak bila penanganan kasus korupsi KTP-el bermuatan politis atau diboncengi kepentingan. Putusan Novanto sepatutnya menjadi bukti pengadaan KTP-el merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun.

"Hal ini sekaligus sepatutnya dipahami dan jadi bukti konkret bagi semua pihak, termasuk pihak-pihak yang pernah mengatakan kasus KTP-el tersebut khayalan. Seharusnya mereka membaca putusan persidangan ini," tegas Febri.

Baca: KPK Pastikan tak akan Banding Vonis Novanto

Novanto divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga diwajibkan membayar denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu dituntut membayar uang pengganti sebesar US$7,3 juta dikurangi uang yang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider 2 tahun kurungan. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Novanto selama 5 tahun.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id