Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) berbincang bersama Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto seusai pelantikan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/9). MI/Rommy Pujianto.
Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) berbincang bersama Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto seusai pelantikan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/9). MI/Rommy Pujianto.

Pembawa Bendera HTI Diduga Massa 212

Nasional Pembakaran Bendera HTI
Dian Ihsan Siregar • 26 Oktober 2018 03:20
Jakarta: Polda Jawa Barat telah menangkap US, 34, pelaku yang diduga membawa bendera organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut. Setelah didalami, polisi menyebut US merupakan bagian dari massa aksi bela Islam 212.
 
"Setelah melakukan proses interogasi dan profilling, pelaku diduga merupakan jaringan 212," ungkap ‎Kabareskrim Mabes Polri Komjen Arief Sulistyanto saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Oktober 2018.
 
US ditangkap di tempat kerjanya di Bandung, Jawa Barat. Warga Cibatu, Garut, itu bekerja sebagai pegawai di salah satu toko bangunan di Bandung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Polri Imbau Aksi Bela Tauhid Tak Dilakukan
 
Polisi tak berhenti dengan penangkapan pembawa bendera HTI saja. Arief menyebut patroli siber juga dilakukan untuk memblokir akun media sosial yang memprovokasi terkait kasus ini.
 
Polisi juga mencari oknum yang pertama kali menyebarkan video pembakaran bendera HTI itu sebagai dasar penyelidikan tindak pidana ITE. "Polisi juga akan menyelesaikan perkara secara tuntas," jelas Arief.
 
Insiden pembakaran bendera organisasi terlarang HTI terjadi saat perayaan Hari Santri Nasional di Lapangan Limbangan, Garut, Jawa Barat, 22 Oktober 2018. Oknum Banser yang melihat bendera HTI saat perayaan mengambil dan membakar bendera itu.
 
Aksi pembakaran itu menuai pro dan kontra. Sebagaian pihak menilai bendera yang dibakar merupakan tulisan kalimat tauhid. Namun, Mabes Polri memastikan bendera itu lambang organisasi terlarang HTI. HTI kerap mengibarkan bendera serupa di setiap aktivitasnya.
 
Baca: Massa Pembela Tauhid akan Mendemo Kemenko Polhukam
 
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj juga memastikan bendera yang dibakar di Garut itu sebagai bendera HTI. Bendera itu bewarna latar hitam dan tulisan kalimat tauhid berwarna putih.
 
Bendera hitam dan tulisan kalimat tauhid berwarna putih selalu menjadi ciri khas HTI. Said Aqil menyebut bendera bertuliskan kalimat tauhid lainnya juga dimiliki Arab Saudi. Namun, bendera Arab Saudi berwarna latar hijau dan tulisan putih.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif