Abu Bakar Baasyir (kiri). Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya.
Abu Bakar Baasyir (kiri). Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya.

Pengacara Ba'asyir Diminta Tak Bersilat Lidah soal Pembebasan Bersyarat

Nasional abu bakar baasyir
M Sholahadhin Azhar • 24 Januari 2019 23:16
Jakarta: Pengacara Abu Bakar Ba'asyir, Mahendradatta diminta tak bersilat lidah soal pembebasan bersyarat. Kata anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani, Ba'asyir harus bersumpah setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengakui kesalahannya untuk bisa bebas.
 
"Kalau dia bersilat lidah bahwa itu enggak bisa diterapkan, bagaimana enggak bisa diterapkan?" ujar Arsul di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019.
 
Menurutnya, syarat itu jadi kewajiban. Arsul berkaca pada pengampunan yang diberikan kepada mantan Menteri Panglima Angkatan Udara Omar Dhani. Omar yang dituduh terlibat G30SPKI akhirnya diberi pengampunan karena menyetujui syarat untuk setia pada NKRI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, kasus Andi Mappetahan Fatwa juga punya kemiripan. Pada 1985, AM Fatwa divonis penjara 18 tahun karena melakukan upaya subversi. Namun ujungnya ia diberi amnesti seperti Omar.
 
"Cuma bentuknya kan lain-lain, tapi intinya adalah ekspresi secara tertulis. Komitmen kesetiaan terhadap NKRI," tegas Arsul.
 
Baca juga: Aspek Pertimbangan Pembebasan Ba'asyir
 
Sebelumnya, Mahendradatta berkilah terhadap pembebasan bersyarat untuk setia terhadap NKRI tak dapat diterapkan pada Ba'asyir. Menurut dia,syarat itu baru berlaku pada 2012.
 
Hal itu tercantum pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.
 
Mahendra bilang, beleid itu terbit November 2012, usai kliennya mendekam di Lapas Gunung Sindur pada Februari 2012. Sehingga Ba'asyirtak wajib melakukan ketentuan dari peraturan tersebut.
 

 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi