Upaya setelah Tahanan Kota Ratna Ditolak
Kuasa Hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Jakarta: Permohonan tahanan kota tersangka Ratna Sarumpaet ditolak Polda Metro Jaya. Menyikapi itu, ia akan mengajukan upaya hukum lain.

"Tentunya upaya-upaya kami akan memohonkan lagi kepada penyidik, tidak menutup kemungkinan juga. Hanya belum kami lakukan," kata Kuasa Hukum Ratna, Insank Nasruddin, kepada Medcom.id, Jumat, 16 November 2018.

Menurut Insank, hal itu dilakukan setelah menunggu perkembangan pelimpahan berkas tahap I. Berkas itu dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada Kamis, 8 November 2018.


"Kalau kami sudah susun perencanan-perencanaan. Kami akan membuat beberapa langkah nantinya. Tapi tentu hal itu tidak kita beritahu dong," terang Insank.

Baca: Permohonan Tahanan Kota Ratna Ditolak

Lebih lanjut, Insank menegaskan kliennya memang benar-benar tidak sehat. Meski, Ratna tetap membaca buku setiap hari.

"Dia membaca buku semampunya saja. Semampunya ini dalam hal kondisinya dia. Kalau dibilang sehat, dia enggak sehat. Makanya tidak bisa ditarget berapa banyak buku. Kalau dia mampu membaca, dia baca, kalau dia tidak mampu, tidak baca gitu," beber Insank.

Sebelumnya, Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas S Imam membantah Ratna sakit. Menurutnya, Ratna mengisi harinya dengan membaca.

Ratna menjadi tersangka setelah menyebarkan informasi bohong dengan mengaku dianiaya sejumlah orang di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa, 21 September 2018. Namun, polisi menemukan di hari yang sama Ratna sedang dirawat usai operasi plastik di Jakarta.

Atas kebohongannya, ia dikenai Pasal 14 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ia terancam hukuman 10 tahun penjara.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id