NEWSTICKER
Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai. Foto: Antara/Puspa Perwitasari.
Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai. Foto: Antara/Puspa Perwitasari.

Yorrys Disebut Terima Rp1 Miliar Dari Fayakhun

Nasional suap di bakamla
Juven Martua Sitompul • 14 Mei 2018 16:18
Jakarta: Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai disebut menerima uang sebanyak Rp1 miliar. Duit itu diberikan Fayakhun Andriadi (FA), tersangka kasus dugaan suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016.
 
Hal itu disampaikan Fayakhun kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Dari laporan Fayakhun saat diperiksa (KPK), dia memberikan uang kepada beberapa orang d iantaranya saya," kata Yorrys usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.
 
Menurut Yorrys, pada berita acara pemeriksaan itu Fayakhun mengaku memberikan uang dalam rangka meminta dukungan agar terpilih sebagai Ketua DPD Golkar DKI pada April lalu. Namun, Yorrys membantah pengakuan Fayakhun tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi ada kejanggalan, uang itu diserahkan ke saya bulan Juni. Ini kan enggak masuk logika," ujarnya.
 
"Sekarang gini, dia minta dukungan kepada saya untuk jadi ketua Golkar DKI bulan april. Tapi uang yang dia kasih ke saya Rp1 miliar itu bulan Juni, anda minta dukungan, masa bayar setelah jadi sekian bulan? Itu kan enggak mungkin," ujarnya.
 
Baca: Kepala Bakamla Instruksikan Anak Buah Terima Jatah 2 Persen
 
Tak hanya itu, sepanjang proses pemeriksaan Yorrys membantah keras penerimaan tersebut dengan mempertanyakan bentuk uang yang diberikan Fayakhun kepada penyidik. Bahkan kepada penyidik, Yorrys meminta penjelasan siapa orang yang menerima uang dari Fayakhun.
 
"Supir saya ada dua, ajudan saya ada dua yang mana? Enggak tahu juga katanya. Jadi ya kayak-kayak gitu lah," ucapnya.
 
Wakil Ketua Koordinator Bidang Strategi DPP Partai Golkar ini menegaskan dirinya tidak pernah menerima uang dari Fayakhun. Terlebih, uang itu berkaitan dengan pemilihan Fayakhun sebagai Ketua DPD Golkar DKI.
 
"Saya tidak punya kedekatan khusus dengan Fayakhun. Apalagi dalam konteks menjadikan dia sebagai ketua Golkar DKI. Enggak ada konteksnya sama sekali," pungkasnya.
 
KPK menetapkan Fayakhun Andriadi (FA) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016.
 
Fayakhun diduga kuat menerima fee sebanyak Rp12 miliar atas kepengurusan anggaran Bakamla senilai Rp1,2 triliun. Tak hanya fee dalam bentuk rupiah, dia juga diduga menerima uang sebanyak USD300 ribu dari proyek tersebut.
 
Uang diterima Ketua DPD Partai Golkar DKI itu dari Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah. Uang diberikan secara bertahap sebanyak empat kali melalui anak buahnya Muhammad Adami Okta.
 
Atas perbuatannya, Fayakhun dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif