Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Stigmatisasi Mafia Tanah Tak Berlaku di Semua Sengketa Pertanahan

Nasional polri kasus tanah sengketa tanah polisi pertanahan
Yogi Bayu Aji • 25 Februari 2021 21:07
Jakarta: Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Indriyanto Seno Adji menyebut istilah 'mafia tanah' itu bukan hal baru bagi dunia kejahatan di Tanah Air. Namun demikian, tak bisa semua kasus pertanahan bisa dianggap diwarnai permainan mafia tanah.
 
“Mafia Tanah merupakan sebuah kejahatan klasik yang terorganisasi dan memiliki ekspertis profesional karena kadang kala tidak mudah mengungkapnya. Persepsi publik sudah terlanjur memberikan judgement negatif tentang kehadiran pelaku intelektual dalam setiap kasus pertanahan,” kata Indriyanto dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Februari 2021.
 
Menurut dia, kasus mafia tanah kembali populer di masyarakat setelah Polri mengungkap beragam masalah terkait pertanahan di Pondok Indah, Kemang, hingga Cilandak. Korps Bhayangkara dapat menjerat aktor intelektual tanpa kendala. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: KPK Dukung Polri Usut Kasus Mafia Tanah di Indonesia
 
Namun, pengajar program pascasarjana ini menyebutkan sebagai negara hukum, masyarakat harus menghargai prinsip kesetaraan dan tidak subyektif terhadap suatu kasus. Persoalan tanah tidak bisa selalu bisa dipersepsikan disebabkan permainan mafia tanah. 
 
"Pola mekanisme hukum menjadi solusi utama untuk menyelesaikan sengketa pertanahan, tapi bukan berarti bila terjadi kekalahan dalam sengketa tanah, baik dari pembeli maupun penjual, bukan langsung memunculkan stigma adanya mafia tanah,” jelas dia.
 
Dia mencontohkan pembebasan tanah oleh pemerintah maupun swasta terkait pembangunan jalan tol atau pengembangan sumber daya alam (SDA) negara. Bukan tidak mungkin, proyek ini menimbulkan sengketa hukum perdata ataupun pidana dalam pelaksanaanya.
 
“Namun, tak bisa langsung distigmatisasi subyektif sebagai aksi para mafia tanah. Ini juga harus dihindari sehingga tidak benar bahwa pembebasan tanah dianggap sebagai permainan mafia tanah,” jelas dia.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif