Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pandemi Covid-19 Tak Buat Perekrutan Teroris Kendur

Nasional terorisme Virus Korona pandemi covid-19
Siti Yona Hukmana • 07 Oktober 2020 16:19
Jakarta: Ancaman terorisme di Indonesia disebut semakin tinggi. Pandemi covid-19 bahkan tidak mengurungkan niat para teroris melakukan perekrutan.
 
"Selama 2019 Densus 88 menangkap 300 tersangka teroris, namun per Juli 2020 sudah kurang lebih sekitar 100 penangkapan. Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa pada masa pandemi covid-19 saat ini sebenarnya tidak memengaruhi (mengurangi) ancaman terorisme," kata Kepala Seksi Kerja Sama Instansi Pemerintah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Danny Wulandari, dalam diskusi daring, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Menurut Danny, ada risiko ancaman jangka panjang dan jangka pendek dari pandemi covid-19 terhadap terorisme. Apalagi, masyarakat banyak menghabiskan waktu di dunia maya atau online.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semakin banyak orang menghabiskan waktu untuk online selama masa pandemi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok teror, untuk menciptakan berbagai macam propaganda atau narasi-narasi mendukung penyebaran paham-paham radikal," kata Danny.
 
Baca: Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme Timbulkan Penyimpangan Wewenang
 
Di sisi lain, pandemi covid-19 dapat menimbulkan dampak sosial ekonomi. Danny memandang dampak sosial ekonomi juga bisa dimanfaatkan teroris.
 
Terlebih, kata dia, pemerintah tengah dihadapkan pada upaya pergeseran prioritas. Sebelumnya pemerintah fokus pada pencegahan terorisme.
 
"Sekarang fokus pada penanganan pandemi dengan program-program pencegahan penanggulangan penanganan covid-19," kata Danny.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif