Terdakwa Hendra Kurniawan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Terdakwa Hendra Kurniawan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Saksi Ungkap Isyarat Hendra Kurniawan Usai Menghadap Ferdy Sambo, Seperti Apa?

Fachri Audhia Hafiez • 08 Desember 2022 17:38
Jakarta: Saksi sekaligus mantan Staf Pribadi Ferdy Sambo, Muhammad Rafli, dicecar soal momen Hendra Kurniawan dan Arif Rachman Arifin menemui Ferdy Sambo. Pertemuan itu terjadi di ruang Kadiv Propam Polri pada malam 13 Juli 2022.
 
"Siapa yang lebih dulu datang ke ruang Kadiv Propam, Pak Hendra atau Arif atau bareng-bareng?," tanya jaksa penuntut umum (JPU) saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis, 8 Juli 2022.
 
"Bersama-sama," ujar Rafli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apa kata-katanya, ngomong enggak ke saksi?," tanya jaksa.
 
"(Hendra bertanya) 'Bapak ada', siap ada jenderal," ujar Rafli.
 
Menurut Rafli, Hendra dan Arif di ruangan Ferdy Sambo tidak lama. Momen pertemuan Hendra dan Arif dengan Ferdy Sambo itu terkait dengan memperlihatkan rekaman CCTV di kawasan rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri.
 
Hendra dan Arif menunjukkan rekaman CCTV ke Ferdy Sambo yang memperlihatkan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih hidup. Ferdy Sambo sempat mengucapkan rekaman itu keliru tetapi dengan nada tinggi.
 
Lebih lanjut, Rafli mengatakan Hendra dan Arif keluar dari ruangan Ferdy Sambo bersamaan. Tidak ada kalimat yang keluar dari keduanya.
 
"Ketika keluar, Pak Hendra dan Arif kembali menyapa saksi atau langsung pulang?," tanya jaksa.
 
"Seingat saya cuma begini saja (menaikkan kepala)," ucap Rafli memeragakan.
 
"Oh cuma begini saja, memberi isyarat saja," ujar jaksa mempertegas.
 
"Iya," kata Rafli.
 
"Siapa yang ngasih isyarat?," tanya jaksa.
 
"Pak Hendra," ucap Rafli.
 

Baca juga: Eks Staf Pribadi Ferdy Sambo Tak Tahu Soal Surat Penyelidikan Kasus Kematian Brigadir J


 
Rafli dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Hendra Kurniawan. Dia didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
 
Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Agus Nurpatria Adi Purnama, Irfan Widyanto, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto serta Ferdy Sambo. Mereka juga berstatus terdakwa dalam perkara ini.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif