Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan/Medcom.id/Theo.
Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan/Medcom.id/Theo.

Polri Buka Kemungkinan Deportasi Jozeph Paul Zhang

Nasional polri deportasi Penegakan Hukum ujaran kebencian Penodaan Agama
Theofilus Ifan Sucipto • 20 April 2021 14:27
Jakarta: Tersangka kasus penodaan agama dan ujaran kebencian Shindy Paul Soerjomoeljono alias Jozeph Paul Zhang dapat dideportasi dari Jerman. Penegakan hukum bisa dilakukan usai red notice atas nama Jozeph diterbitkan.
 
"Ada (kemungkinan dideportasi) dan penyidik bisa menjemput ke sana," kata Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 20 April 2021.
 
Ahmad menyebut atase Polri di KBRI Berlin, Jerman, sudah berkoordinasi dengan polisi setempat. Koordinasi itu bakal dikuatkan setelah red notice diterbitkan oleh Interpol pusat di Lyon, Prancis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini butuh waktu bisa seminggu, bisa lebih," papar dia.
 
Baca: Masih Berstatus WNI, Perburuan Paul Zhang Diyakini Mulus
 
Video unggahan Jozeph Paul Zhang viral di kanal YouTube miliknya. Dia mengaku sebagai nabi ke-26 dan menghina Nabi Muhammad SAW.
 
Paul Zhang juga sesumbar tidak takut dilaporkan ke polisi. Dia menjanjikan uang Rp1 juta bagi mereka yang bisa melaporkannya.
 
Dalam video berdurasi hampir tiga jam tersebut, ia juga melecehkan Allah SWT. Dia juga menyinggung ibadah puasa.
 
Husin Shahab melaporkan video itu ke polisi. Laporan diterima dengan nomor LP/B/0253/IV/2021/BARESKRIM, pada 17 April 2021.
 
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyangkakan Jozeph atas dua kasus. Pertama, ialah dugaan penodaan agama yang diatur dalam Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama. Kemudian, dugaan ujaran kebencian yang diatur dalam Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif