Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

ICW Kasih Rapor Merah untuk Penanganan Kasus Korupsi di Indonesia

Candra Yuri Nuralam • 20 November 2022 15:38
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) memberikan rapor merah untuk penanganan kasus korupsi di Indonesia dalam semester satu pada 2022. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Polri mendapat nilai E.
 
"Dari target sebanyak 1.387 kasus korupsi pada semester I tahun 2022 yang terpantau, keseluruhan APH (aparat penegak hukum) hanya mampu merealisasikan 252 kasus atau sekitar 18 persen," kata peneliti ICW Diky Anandya dalam telekonferensi, Minggu, 20 November 2022.
 
Diky mengatakan ada 612 pihak ditetapkan sebagai tersangka dari total 252 kasus yang ditangani tiga penegak hukum pada semester 1. ICW mencatat negara telah merugi Rp33,6 triliun karena ulah ratusan orang itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Potensi suapnya Rp149 M, potensi pungutan liarnya Rp8,8 miliar, dan potensi pencucian uangnya Rp931 miliar," ujar Diky.
 
Kejaksaan Agung dinilai menjadi penegak hukum paling bekerja keras tahun ini. Kasus dugaan korupsi dalam pemberian izin ekspor CPO menjadi salah satu faktor yang membuat Kejaksaan Agung menjadi lebih unggul.
 
"Pertama kasus ekspor CPO terkait dengan minyak goreng dengan potensi kerugian negara Rp18 triliun, kasus Pengadaan Bombardier dan ATR PT Garuda Indonesia yang merugikan negara Rp8,8 triliun, dan kasus ekspor yang melibatkan lembaga ekspor Indonesia yang menelan kerugian negara Rp2,6 triliun," kata Diky.
 

Baca: KPK Tertantang Membudidayakan Sikap Antikorupsi


Berdasarkan catatan ICW, seluruh penegak hukum tidak menyentuh target kasus pada semester 1 tahun ini. Rapor merah ini harus menjadi acuan para penegak hukum memperbaiki kinerjanya.
 
"Kinerja penindakan kasus korupsi harus puas mendapat nilai E atau sangat buruk," ucap Diky.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif