Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Cindy.
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Cindy.

Polri Persilakan Amnesty Indonesia Usut Kerusuhan 22 Mei

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Kautsar Widya Prabowo • 26 Juni 2019 16:44
Jakarta: Polri mempersilakan Amnesty Internasional Indonesia menginvestigasi dugaan penyiksaan dan perlakukan buruk polisi saat aksi 22-22 Mei 2019. Permintaan investigasi independen oleh Amnesty telah dilayangkan ke Presiden Joko Widodo.
 
"Monggo. Tim investigasi ini kan terbuka. Sepanjang data itu masih bisa dipertanggungjawabkan, hasilnya diserahkan, nanti kan dipelajari," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Juni 2019.
 
Jenderal bintang satu itu mengeklaim tim investigasi yang terbentuk dalam menangani kerusuhan penolakan aksi hasil pemilihan umum telah bersikap komprehensif. Tim melibatkan pihak-pihak lain diluar unsur kepolisian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tim dari Bareskrim (Badan Reserse Kriminal), ahli hukum, Divisi Propam (Profesi dan Pengamanan), Labfor (Laboratorium Forensik), Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System), kedokteran, pakar, dan bersinergi juga dengan Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia), dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)," jelas dia.
 
Kendati demikian, pihaknya belum dapat menyampaikan hasil terkini dari temuan fakta tim investigasi. Hal itu lantaran Komnas HAM belum selesai dengan investigasinya.
 
"Tolong tanya Komnas HAM, berapa lama untuk melakukan investigasi itu, kalau Polri sudah," tutur dia.
 
Sejumlah fakta yang didapati oleh lembaga-lembaga terkait nantinya akan dipadukan satu dengan yang lainya sebelum disampaikan kepada masyarakat luas. "Kan berbeda-beda, Kompolnas juga. Namun, pada saat rilis nanti akan ada klarifikasi-klarifikasi data yang dimiliki mereka hasil investigasi gabungan," tutur dia
 
Baca: Video Kerusuhan 22 Mei Dibedah di Jerman
 
Organisasi nirlaba Amnesty Internasional Indonesia membuat surat terbuka pada Presiden Jokowi agar menggelar investigasi tindak penyiksaan dan perlakuan buruk polisi saat aksi 21-22 Mei. Salah satu yang disorot Amnesty ialah penyiksaan seorang pria oleh oknum di Kampung Bali, Jakarta Pusat.
 
"Kita minta ada investigasi independen efektif di Kampung Bali. Mungkin juga insiden yang lain di tempat lain di 21, 22 dan 23 (Mei 2019)," kata Peneliti Amnesty International Indonesia Papang Hidayat, Selasa, 25 Juni 2019.
 
Papang mengatakan pengusutan harus segara dilakukan. Pasalnya, Indonesia termasuk negara yang menjunjung nilai HAM. "Karena negara kita sudah deklarasi sebagai negara yang pro-HAM, walaupun terjadi pelanggaran hak asasi terhadap tersangka kriminal sekalipun," imbuh dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif