Penyidik KPK Novel Basweddan diperiksa di Polda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
Penyidik KPK Novel Basweddan diperiksa di Polda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman

Novel Kurang Sreg dengan Pasal Pengeroyokan

Nasional novel baswedan
Yurike Budiman • 07 Januari 2020 08:59
Jakarta: Pengunaan Pasal Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) soal pengeroyokan pada kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dinilai keliru. Kasus ini dianggap penganiayaan berat.
 
"Saya itu diserang oleh dua orang eksekutor pelaku ya, mereka berdua tapi yang menyerang satu orang," kata Novel usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin, 6 Januari 2020, malam.
 
Tersangka penyerang Novel, RM dan RB, dijerat Pasal 170 KUHP subsider Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Pasal 170 KUHP menerangkan setiap pelaku pengeroyokan dapat diancam pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Novel meminta penyidik Unit V Keamanan Negara Polda Metro Jaya betul-betul memperhatikan hal tersebut. Bila pasal tidak tepat, dia khawatir polisi akan menemukan masalah pada proses hukum selanjutnya.
 
"Dan saya katakan bahwa penyerangan kepada saya ini lebih kepada penganiayaan berat, berencana, yang akibatnya adalah luka berat, yang dilakukan dengan pemberatan," ujar dia.
 
Dia pun menduga ada peluang percobaan pembunuhan berencana pada kasus yang menimpanya. Dia berharap penyidik mau memperdalam soal masalah ini.
 
Novel Baswedan disiram dengan air keras oleh dua orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017. Penyidik senior KPK itu menjadi korban teror usai salat Subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
 
Pada eranya, eks Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk Tim Pencari Fakta untuk membedah kasus Novel. Tim yang terdiri dari beragam ahli itu menyimpulkan penyerangan ini terkait pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK.
 
Pengusutan kasus Novel kemudian dilanjutkan Tim Teknis yang bekerja mulai Kamis, 1 Agustus 2019. Tim yang berisikan personel dengan beragam kemampuan khusus ini bekerja secara senyap.
 
Presiden Joko Widodo mengultimatum Kapolri Jenderal Idham Azis, yang baru dilantik Jumat, 1 November 2019, untuk mengungkap penyerang Novel secepatnya. Tersangka RM dan RB akhirnya ditangkap Kamis, 26 Desember 2019.
 
Dua polisi penyerang Novel itu kini dijebloskan di Rumah Tahanan (Rutan) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri untuk 20 hari pertama. RB sempat berteriak mencela Novel saat hendak masuk mobil tahanan.
 
"Tolong dicatat saya enggak suka sama Novel karena dia pengkhianat," ungkap RB, Sabtu, 28 Desember 2019.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif