KPK Garap Bupati Lampung Selatan

Juven Martua Sitompul 09 Oktober 2018 11:09 WIB
OTT Bupati Lampung Selatan
KPK Garap Bupati Lampung Selatan
Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan (ZH) - Medcom.id/Husen Miftahudin.
Jakarta: Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan (ZH) kembali dipaggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini, dia akan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

"‎Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AA (Anjar Asmara)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

Penyidik juga mengagendakan pemeriksaan pada Komisaris PT 9 Naga Emas Yoga Swara. Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk Zainudin Hasan, yang juga berstatus tersangka dalam kasus ini.


KPK sebelumnya menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan. Keempatnya yakni Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan,‎ Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lampung Selatan Anjar Asmara, anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho, dan ‎pemilik CV 9 Naga Gilang Ramadhan.

(Baca juga: Zulkifli Jelaskan Tugas Majelis Pembina Perti ke Penyidik)

Zainudin, Agus, dan Anjar diduga sebagai penerima suap, sementara Gilang sebagai pemberi suap. Tim KPK turut menyita uang sejumlah Rp600 juta, dengan rincian Rp200 juta dari tangan Agus yang diduga untuk Zainudin dan Rp400 juta dari rumah Anjar. 

‎Atas perbuatannya, Zainudin, Anjar dan Agus selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Gilang sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001.






(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id