Kejaksaan Agung. Foto: MI
Kejaksaan Agung. Foto: MI

37 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai

Kautsar Widya Prabowo • 09 Februari 2022 08:04
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mendalami kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) Berat dalam peristiwa di Paniai Provinsi Papua Tahun 2014. Sejumlah saksi diperiksa dari unsur TNI, Polri, dan warga sipil.
 
"Telah dilakukan pemeriksaan terhadap 37 orang," ujar Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 Februari 2022.
 
Leonard mengatakan pemeriksaan dilakukan pada Selasa, 8 Februari 2022. Ia memerinci puluhan saksi itu terdiri dari enam warga sipil, 13 orang Polri, dan 18 orang TNI. Ia menyatakan tiga anggota poliri juga telah diperiksa pada Senin, 7 Februari 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk menerangkan peristiwa penembakan di sekitar Polsek Paniai Timur dan Lapangan Karel Gobai, serta menjelaskan peristiwa pemalangan jalan di Pondok Natal pada tanggal 8 Desember 2014," jelas dia.
 
Baca: Mahfud MD Pastikan Pemerintah Melindungi Pembela HAM
 
Leonard menekankan pemeriksaan bertujuan menjelaskan hasil uji balistik terhadap pengujian serpihan peluru dan jenis senjata yang digunakan unsur TNI dan Polri. "Serta menjelaskan peristiwa pemalangan jalan di Pondok Natal 8 Desember 2014," ungkapnya.
 
Ia menyebut pemeriksaan dilakukan di Papua dan Jakarta. Proses pemeriksaan saksi dipastikan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
 
Kejaksaan Agung mulai menyidik kasus dugaan pelanggaran HAM di Paniai, Papua, pada 2014. Keputusan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin teregistrasi dengan Nomor 267 Tahun 2021 tentang Pembentukan tim penyidik dugaan pelanggaran HAM yang berat di Paniai, Provinsi Papua pada 2014, serta surat perintah penyidikan Nomor Print-79/A/JA/12/2021 tanggal 3 Desember 2021.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif