Tersangka DNA Pro. (Medcom.id/Siti)
Tersangka DNA Pro. (Medcom.id/Siti)

Kuasa Hukum Korban DNA Pro Menduga Ada Pembiaran Penerbitan SIUPL

Kautsar Widya Prabowo • 28 Mei 2022 18:29
Jakarta: Kuasa hukum korban penipuan melalui aplikasi robot trading DNA Pro Akademi Yasmin Muntaz menilai ada dugaan pembiaraan yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait proses perizinan. Pasalnya investasi bodong itu mengantongi Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL).
 
Yasmin mempertanyakan mekanisme verifikasi yang diterapkan Kemendag dalam menerbitkan SIUPL. Ia menegaskan seharusnya perusahaan seperti DNA Pro yang menggunakan skema pemasaran terlarang tidak lolos verifikasi.
 
"Tidak boleh menerapkan skema pemasaran terlarang (skema ponzi / skema piramida). Perusahaan yang menerapkan skema ponzi, mengapa bisa lolos SIUPL?. Mestinya kan jangan sampai lolos," kata Yasmin dalam keterangan tertulis, Sabtu, 28 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yasmin menekankan apabila DNA Pro dianggap telah menyalahgunakan perizinan, seharusnya Kemendag dapat segera mencabut SIUPL-nya. Terlebih DNA Pro gencar promisi di media sosial dan publik figur.
 
"Mengapa pemerintah tidak segera bertindak tegas sebelum jumlah membernya bertambah banyak? Sebelum menyegel pada akhir Januari lalu, pemerintah hanya sebatas memblokir situs web marketing dan itu tidak efektif," terang dia.
 
Baca: 3 Tersangka Investasi Bodong DNA Pro Buron, Ini Perannya
 
Selain itu, Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) dinilai perlu dimintai penjelasan karena dilibatkan dalam proses verifikasi. AP2LI merupakan asosiasi MLM (multi level marketing) yang menaungi sejumlah perusahaan robot trading termasuk DNA Pro.
 
Kemudian, Yasmin mempertanyakan kontradiksi yang sempat terjadi antara Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Ditjen PDN) Kemendag terkait robot trading. Bappebti menyatakan bahwa robot trading tidak boleh dijual secara MLM dan dinyatakan illegal.
 
Namun Ditjen PDN Kemendag justru memberikan legalitas sekaligus izin MLM dengan menerbitkan SIUPL. "Ada kontradiksi di dalam satu rumah yang sama, yakni Kemendag. Akibat ketidakkompakan, masyarakat yang menjadi korban," jelas dia.
 
Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan membeberkan total kerugian para korban investasi bodong robot trading DNA Pro Akademi. Para korban ditaksir merugi hingga Rp551 miliar. 
 
"Sampai saat ini korban yang melapor ke Mabes Polri kurang lebih sudah 3.621 korban. Dengan total kerugian kurang lebih Rp551.725.456.972. Artinya dari tiga ribuan sekian, total kerugian yang disampaikan kepada Polri sekitar Rp551 miliar," kata Whisnu dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 27 Mei 2022.
 
Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan 14 tersangka dalam kasus ini. Sebanyak 11 tersangka telah ditangkap dan ditahan, termasuk Direktur Utama PT DNA Pro Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe. Sementara itu, tiga tersangka masih buron yakni Fauzi alias Daniel Zii, Ferawati alias Fei, dan Devin alias Devinata Gunawan.
 
Ke-14 tersangka dijerat Pasal 106 jo Pasal 24 dan Pasal 105 Jo Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara 4-10 tahun. Lalu, Pasal 3 dan atau Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif