Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Antara/Sigid Kurniawan
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Antara/Sigid Kurniawan

Dua Saksi Dicecar soal Uang Perkebunan Sawit di Kasus Nurhadi

Nasional Kasus Suap Suap di MA
Antara • 26 September 2020 08:00
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan aliran dana dari hasil perkebunan kebun sawit di kasus mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Lembaga Antirasuah menelusuri ini dari Jumadi dan Hilman Lubis, dua PNS yang memberi keterangan pada Jumat, 25 September 2020.
 
"Penyidik menggali pengetahuan kedua saksi tersebut mengenai dugaan aliran dana dari hasil perkebunan kebun sawit yang dinikmati oleh tersangka dan pihak-pihak lainnya," ucap pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 26 September 2020.
 
Dalam penyidikan kasus kasus suap dan gratifikasi terkait perkara di MA pada 2011-2016, KPK dua kali menyita lahan kelapa sawit di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Penyitaan pertama sekitar 530,8 hektare dan penyitaan kedua sekitar 33.000 meter persegi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Asal Aset Nurhadi dan Menantunya Ditelusuri
 
KPK juga telah menetapkan Rezky Herbiyono, menantu Nurhadi, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto, sebagai tersangka.
 
Nurhadi dan Herbiyono ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.
 
Penerimaan suap itu terkait pengurusan perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) bernilai Rp14 miliar dan perkara perdata sengketa saham di PT MIT kurang sekitar Rp33,1 miliar. Nurhadi diduga menerima gratifikasi terkait perkara di pengadilan sekitar Rp12,9 miliar lewat menantunya.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif