Ilustrasi Gedung KPK/Medcom/Fachri Audhia Hafiez
Ilustrasi Gedung KPK/Medcom/Fachri Audhia Hafiez

KPK Pelajari Putusan Kasasi Sofyan Basir

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Candra Yuri Nuralam • 17 Juni 2020 19:31
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempelajari putusan kasasi yang membebaskan eks Direktur Utama PLN Sofyan Basir dari jeratan hukum. KPK belum menerima salinan putusan tersebut.
 
"Kami akan mempelajari pertimbangan-pertimbangan putusan kasasi tersebut, sehingga dapat dianalisis lebih lanjut apa langkah hukum berikutnya yang dapat dilakukan KPK," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juni 2020.
 
KPK ngotot Sofyan bersalah dengan memfasilitasi pertemuan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo untuk membahas proyek PLTU Riau-1. Putusan dari ketiga orang itu pun mengarah ke Sofyan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perlu kami tegaskan, KPK dari awal proses penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan meyakini bukti-bukti dalam perkara ini kuat," ujar Ali.
 
Ali mengatakan KPK belum mengambil langkah untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) atau tidak. Sikap KPK baru sekadar menghormati putusan.
 
"KPK tentu wajib menghormati putusan pengadilan. Meskipun dari sejumlah pihak lain yang diproses dalam kasus korupsi terkait PLTU Riau-1 ini semuanya divonis bersalah oleh Pengadilan, tapi KPK tetap hormati independensi peradilan," tutur Ali.
 
Baca: Sofyan Basir Sah Bebas
 
Sofyan sah bebas setelah kasasi yang diajukan penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditolak. Mahkamah Agung menyatakan keputusan vonis bebas Sofyan tepat.
 
"Ya, permohonan kasasi penuntut umum ditolak," kata juru bicara MA Andi Samsan Nganro kepada Medcom.id, Rabu, 17 Juni 2020.
 
Majelis hakim menilai putusan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta tak salah. Sofyan dinilai pantas bebas.
 
Fakta persidangannya pun dinilai sudah membuktikan kasus yang menyeret Sofyan. Majelis hakim kasasi menolak permintaan penuntut umum KPK.
 
KPK sebelumnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung terkait vonis bebas terhadap Sofyan yang diberikan Pengadilan Tipikor. Kasasi itu sudah diajukan pada Jumat, 15 November 2020.
 
Sofyan terlepas dari tuntutan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan pada 4 November 2019. Sofyan juga lepas dari ancaman Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif