Gedung KPK. Foto: Dok/Fachri Audhia Hafiez
Gedung KPK. Foto: Dok/Fachri Audhia Hafiez

KPK Usut Peralihan Izin Pertambangan ke Perusahaan Mardani Maming

Fachri Audhia Hafiez • 01 Oktober 2022 13:32
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut pengalihan izin perusahaan pertambangan ke tersangka kasus suap dan gratifikasi izin usaha pertambangan Kabupaten Tanah Bumbu, Mardani H Maming (MM). Keterangan itu digali ke saksi mantan Karyawan PT Astri Mining Resources (PT AMR) Robert Budiman.
 
"Didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya pengalihan izin usaha pertambangan ke perusahaan pertambangan milik tersangka MM sebagai pengendalinya," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Sabtu, 1 Oktober 2022.
 
KPK belum mengungkap perusahaan yang dimaksud. Informasi itu masih terus didalami penyidik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mardani merupakan tersangka tunggal dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait izin usaha pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu. Pengendali PT PCN Henry Soetio terbebas dari jeratan hukum sebagai pemberi suap karena meninggal.
 
Baca juga: KPK Dalami Aktivitas Pelabuhan Terkait Pertambangan di Tanah Bumbu
 
Mardani juga diyakini sudah berkali-kali menerima duit dari Hendry dalam kurun waktu 2014 sampai 2020. Beberapa duit yang diterima diambil oleh orang kepercayaannya atau masuk dari perusahaan Mardani. Totalnya mencapai Rp104,3 miliar.
 
Dalam kasus ini, Mardani disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(MBM)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif