Polda Metro Jaya merilis kasus penggerebekan terhadap tempat praktik aborsi di Senen, Jakarta. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Polda Metro Jaya merilis kasus penggerebekan terhadap tempat praktik aborsi di Senen, Jakarta. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Klinik Aborsi di Senen Digrebek

Nasional penggerebekan aborsi ilegal
Siti Yona Hukmana • 18 Agustus 2020 14:29
Jakarta: Subdit 3 Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggerebek praktik aborsi tidak sesuai ketentuan di Klinik Dr. SWS, Jalan Raden Saleh, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Senin, 3 Agustus 2020. Sebanyak 17 orang ditangkap.
 
"Ini adalah klinik resmi dengan izin yang ada. Tapi dokternya tidak ada izin praktik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Agustus 2020.
 
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan para tersangka memiliki peran masing-masing. Sebanyak lima orang dari pihak medis, yakni SS, 57, dokter yang melakukan aborsi, SWS, 84, dokter yang bertanggung jawab terhadap klinik, TWP, 59, dokter yang melakukan Ultrasonography (USG), dan dua perawat yang mendampingi saat tindakan aborsi, yakni EM, 68, dan SMK, 32.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi juga menangkap AK, 27, yang mendampingi pemeriksaan USG kepada pasien, W, 44, office boy yang bertugas memberikan asam sulfat terhadap janin aborsi, J, 52, yang menentukan harga untuk melakukan tindakan aborsi, M, 42, yang menerima pasien untuk melakukan aborsi. S, 57, yang memberikan dan menjelaskan pemakaian obat kepada pasien aborsi, WL, 46, yang membersihkan alat-alat kesehatan usai tindakan aborsi juga turut ditangkap.
 
Selain itu, AR, 44, yang menerima tamu dan membeli obat di daerah Pramuka, Jakarta Timur atas perintah J, MK, 38, yang bertugas antar jemput pasien dan belanja perlengkapan medis dan obat, WS, 49, tukang parkir dan mencari pasien aborsi, CCS, 22, pasien aborsi, HR, 23, pasangan CCS, dan LH, 46, saudara CCS yang membiayai tindakan aborsi ditangkap saat penggerebekan.
 
"Klinik itu sudah beroperasi lima tahun, dan dalam satu tahun terakhir yakni 2 Januari 2019 sampai 10 April 2020 tercatat sudah melakukan aborsi kepada 2.638 pasien," ujar Tubagus.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif