Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: MI/Adam Dwi
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: MI/Adam Dwi

Ma'ruf Sebut Status WNI Otomatis Hilang saat Bergabung ISIS

Nasional isis WNI Gabung ISIS
Antara • 13 Februari 2020 17:46
Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut status kewarganegaraan seseorang otomatis hilang setelah meninggalkan Indonesia dan bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Pasalnya, ISIS merupakan kelompok ekstrem yang berusaha membentuk negara khilafah di Suriah.
 
"Sebenarnya mereka sendiri yang membuat terlepas dari kewarganegaraan dengan keikutannya dalam kelompok ISIS. Itu sudah dalam ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Ma'ruf kepada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.
 
Ketentuan ini diatur dalam Pasal 23 Huruf d Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 yang menjelaskan, WNI kehilangan kewarganegaraan jika yang bersangkutan masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden. Huruf f pada pasal itu juga menyebut WNI kehilangan kewarganegaraan jika secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Oleh karena itu, lebih baik tidak memulangkan mereka," ucap dia.
 
Ma'ruf Sebut Status WNI Otomatis Hilang saat Bergabung ISIS
Kamp Al-Hol di Suriah menjadi tempat tinggal keluarga dari anggota ISIS. Foto: AFP
 
Pemerintah akan memverifikasi identitas para kombatan ISIS tersebut. Hal itu untuk mencegah mereka masuk ke wilayah Indonesia dan menyebarkan paham radikal.
 
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebut ada 689 eks WNI yang bergabung dengan ISIS. Sebanyak 228 warga telah teridentifikasi, sedangkan 401 lainnya masih belum lengkap identitasnya. Data ini didapatkan dari Badan Intelijen Pusat AS atau Central Intelligence Agency (CIA).
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif