Ilustrasi - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi - - Foto: MI/ Ramdani

Benny Tjokoro Berkelit Berinvestasi di jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Kautsar Widya Prabowo • 10 Februari 2020 22:43
Jakarta: Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokoro membantah berinvestasi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Benny berkelit terlibat praktik rasuah di perusahaan plat merah tersebut.
 
"Itu (menjual saham ke Jiwasraya) enggak pernah sekalipun enggak pernah," kata Muchtar Arifin selaku kuasa hukum Benny di Kompleks Kejagung, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020.
 
Muchtar juga membantah kliennya bertemu dan berkomunikasi dengan jajaran petinggi Jiwasraya. "Enggak pernah ketemu dengan pejabat Jiwasraya dengan direksi maupun dengan siapa pun," kata dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Muchtar meminta Kejagung tidak tebang pilih. Dia ingin semua pihak yang terlibat dalam kasus ini diseret ke ranah hukum. Kejagung bisa menelusuri keterlibatan pihak lain melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).
 
"Umpamanya Jiwasraya ini memperoleh sahamnya dari mana. Banyak perusahaan-perusahaan manager investasi kan dari situ," kata dia.
 
Berdasarkan catatan Jiwasraya, perusahaan membukukan ekuitas negatif sebesar Rp10,24 triliun dan defisit sebesar Rp15,83 triliun pada 2018. Sementara, pada 2017 ekuitas perusahaan surplus Rp5,6 triliun dan meraup laba Rp360,3 miliar.
 
Benny Tjokoro Berkelit Berinvestasi di jiwasraya
Kuasa Hukum Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokoro, Muchtar Arifin.
 
Hanya saja, laporan keuangan Jiwasraya pada 2017 mendapatkan opini adverse atau dengan modifikasi dari Kantor Akuntan Publik (KAP) PricewaterhouseCoopers (PwC).
 
Sementara itu, perseroan memiliki kebutuhan likuiditas Rp16,13 triliun untuk membayar klaim jatuh tempo. Kewajiban tersebut terdiri dari Rp12,4 triliun untuk pembayaran klaim dalam kurun Oktober-Desember 2019 dan Rp3,7 triliun pada 2020.
 
Kejagung menetapkan enam tersangka terkait kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mereka yakni Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; dan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim.
 
Selanjutnya, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartoni Tirto. Teranyar, Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.
 
Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif