KPK. Foto: Medcom.id
KPK. Foto: Medcom.id

KPK Periksa 19 Saksi Bongkar Modus Korupsi Wali Kota Nonaktif Ambon

Fachri Audhia Hafiez • 20 Mei 2022 11:50
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap 19 saksi terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota nonaktif Ambon Richard Louhenapessy (RL). Para saksi berasal dari lingkungan Pemerintah Kota Ambon serta swasta.
 
"Pemeriksaan dilakukan di Satbrimob Polda Maluku," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Adapun 19 saksi itu yakni, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Ambon, Ferdinanda Johanna Louhenapessy; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Sirjohn Slarmanat; Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fahmi Sallatalohy; dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Robert Sapulette.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Demianus Paais; Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy; Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon, Gustaaf Dominggus Sauhatua Nendissa; dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan periode 2012-Mei 2021, Lucia Izaak.
 
Baca: 2 Kantor SKPD di Ambon Kembali Digeledah KPK
 
Berikutnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon periode 2019-2020, Neil Edwin Jan Pattikawa; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Richard Luhukay; dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon, Melianus Latuihamallo.
 
Lalu, Staf PT Midi Utama Indonesia 2011-2014, Nandang Wibowo; Pokja Pengadaan Barang dan Jasa 2017-2020, Jermias Fredrik Tuhumena; Sekretaris Wali Kota Ambon Nunky Yullien Likumahwa; dan Direktur CV Angin Timur, Anthony Liando.
 
Selanjutnya, Direktur CV Kasih Karunia, Julien Astrit Tuahatu alias Lien alias Uni; Direktur PT Kristal Kurnia Jaya, Julian Kurniawan; Direktur CV Rotary, Meiske De Fretes; dan Direktur CV Lidio Pratama Nessy Thomas Lewa.
 
KPK belum membeberkan keterkaitan para saksi dalam perkara dugaan rasuah tersebut. Keterangan yang digali dari para saksi akan diungkap setelah pemeriksaan oleh penyidik.
 
Richard ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail di Ambon pada 2020. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi.
 
Halaman Selanjutnya
Selain Richard, dua pihak lain…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif