Terdakwa tindak pidana terkait perbuatan onar di media sosial (medsos) Ferdinand Hutahaean. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Terdakwa tindak pidana terkait perbuatan onar di media sosial (medsos) Ferdinand Hutahaean. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Bikin Onar di Medsos, Ferdinand Hutahaean Dihukum 5 Bulan Penjara

Nasional media sosial Pengadilan ujaran kebencian hoax Penodaan Agama Ferdinand Hutahaean
Fachri Audhia Hafiez • 19 April 2022 14:56
Jakarta: Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menjatuhkan vonis lima bulan penjara kepada pegiat media sosial (medsos), Ferdinand Hutahaean. Ferdinand terbukti melakukan perbuatan onar di media sosial.
 
"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menyiarkan kebohongan yang menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat. Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama lima bulan," kata Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 19 April 2022.
 
Ferdinand melakukan perbuatan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat. Dia menyebar delapan tweet yang menjadi bukti dia duduk di kursi pesakitan. Puncak dari seluruh unggahan Ferdinand melalui akun Twitter-nya yakni, menyebut 'Allahmu lemah'.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terdakwa menyatakan 'kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, dia lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu di bela'," tulis Ferdinand.
 
Baca: Ferdinand Hutahean Mengaku Dapat 'Bisikan' Sebelum Berkicau di Twitter
 
Ferdinand terbukti melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana sebagaimana dakwaan pertama primer.
 
Ferdinand serta jaksa menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding. Dengan begitu, putusan ini belum berkekuatan hukum tetap.

Empat dakwaan

Ferdinand didakwa empat dakwaan. Namun, jaksa hanya menuntut Ferdinand dengan dakwaan pertama, yakni penyebaran berita bohong di media sosial yang membuat onar di masyarakat.
 
Dakwaan lainnya, yaitu dia sengaja menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Lalu, Ferdinand didakwa menodai suatu agama.
 
Kemudian, dia didakwa menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan di muka umum. Perbuatan itu diduga ditujukan ke beberapa golongan rakyat Indonesia.
 
Kasus itu mencuat ketika Ferdinand menuliskan kalimat kontroversi di akun Twitter @FerdinadHaean3. Kicauannya viral di media sosial.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif