Fahri Harap Novanto tak Larut dalam Kesedihan Usai Divonis 15 Tahun Penjara

Deny Irwanto 03 Mei 2018 01:23 WIB
setya novanto
Fahri Harap Novanto tak Larut dalam Kesedihan Usai Divonis 15 Tahun Penjara
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. (Foto: Antara/Aprillio Akbar).
Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta Setya Novanto tidak larut dalam kesedihan usai divonis 15 tahun oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dari vonis itu, kata Fahri, ada hikmah yang bisa diambil dan dijadikan pelajaran oleh mantan Ketua DPR itu.

"Saya sebagai sahabat tentu berharap dia tetap jiwa besar, jangan terpukul, jangan terlalu lama dalam kesedihan. Kembali jalani lah hidup ini," kata Fahri di Polda Metro Jaya, Selasa, 2 Mei 2018.

Fahri menjelaskan, melanjutkan hidup di balik jeruji bukanlah akhir dari segalanya. Untuk itu, dia kembali berharap jika Novanto tetap tegar dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.


"Kita masih bisa minum air, kita masih bisa napas, kita masih bisa makan sambil terus berdoa supaya peristiwa ini bisa selesai, keluar, dan kembali beraktivitas seperti biasa dan membangun masa depannya," jelas Fahri.

Baca juga: Novanto Stres Dihukum 15 Tahun Penjara

Sebelumnya, terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el) Setya Novanto divonis 15 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan. Novanto dinilai secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. 

"Mengadili, menyatakan terdakwa Setya Novanto bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana oleh karena itu 15 tahun penjara," kata Hakim Yanto saat membacakan putusan.

Novanto juga diharuskan membayar uang pengganti USD7,3 juta selambat-lambatnya satu bulan setelah hukuman berkekuatan hukum tetap. Hak politik Novanto juga dicabut lima tahun setelah dia menjalani masa hukumannya. 

Hal-hal yang memberatkan Novanto adalah perbuatannya dianggap bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar memberantas korupsi. Korupsi pun dinilai sebagai kejahatan luar biasa. Sementara itu, Novanto diringankan karena berlaku sopan dan belum pernah dihukum. 





(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id