Terpidana kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) Setya Novanto. ANT/Reno Esnir.
Terpidana kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) Setya Novanto. ANT/Reno Esnir.

Kemenkumham Bantah Setya Novanto Pelesiran

Nasional korupsi e-ktp setya novanto
M Sholahadhin Azhar • 17 Juni 2019 13:33
Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM menampik terpidana korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) Setya Novanto pelesiran di Padalarang. Direktur Pembinaan Napi dan Latihan Kerja Produksi Kementerian Hukum dan HAM Junaedi menyebut Setnov hanya melanggar jam perawatan di rumah sakit.
 
"Jadi bukan pelesiran. Beliau itu dirawat di RS dan meninggalkan RS tanpa sepengetahuan petugas yang mengawal," kata Junaedi di Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jakarta Pusat, Senin, 17 Juni 2019.
 
Kemenkumham mengaku kecolongan dengan kepergian Novanto. Apalagi, pengawalan melekat yang seharusnya diberikan buat Setnov tak diterapkan selama rawat inap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Ketua DPR itu sempat menghilang dari Rumah Sakit Sentosa Bandung pada Jumat, 14 Juni. Setnov kembali ke rumah sakit sekitar pukul 17.43 WIB.
 
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat Liberty Sitinjak menyebut Setnov telah melakukan pelanggaran berat. Setnov kemudian digiring kembali ke Lapas Sukamiskin.
 
Baca: Dirjenpas Didesak Mundur
 
"Kemudian Pak Setnov dilakukan pemeriksaan, diambil suatu tindakan tegas oleh Kepala Kanwil, dipindahkan ke Gunung Sindur," ujar Junaedi.
 
Petugas yang lalai menjaga Setnov pun telah diperiksa. Petugas itu terancam sanksi dari Kemenkumham. Namun, Junaedi enggan merinci sanksi yang bakal diberikan. Sanksi itu akan disesuaikan dengan kesalahan yang dilakukan petugas tersebut.
 
Kemenkumham telah menempuh berbagai tindakan dalam menyelesaikan kasus Setnov. Setnov telah dikirim ke ruang isolasi di Lapas Gunung Sindur yang dikenal sebagai lapas teroris. Ia menjamin Setnov tak bisa melakukan hal yang sama di sana.
 
"Ya pastinya Gunung Sindur itu super maksimum. Pengamanannya akan lebih ketat, dan SOP-nya juga lebih ketat. Maka saya yakin Pak Setnov tidak akan kemana-mana seperti yang terjadi ini," pungkas Junaedi.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif