Polres Metro Jakarta Pusat gelar jumpa pers memaparkan catatan akhir tahun 2018. Medcom.id/M Syahrul Ramadhan.
Polres Metro Jakarta Pusat gelar jumpa pers memaparkan catatan akhir tahun 2018. Medcom.id/M Syahrul Ramadhan.

Ada 2.241 Kasus Kriminal di Jakpus Sepanjang 2018

Nasional polri kriminal
Muhammad Syahrul Ramadhan • 29 Desember 2018 10:52
Jakarta: Polres Metro Jakarta Pusat mencatat terjadi 2.241 kasus kriminal di wilayah hukumnya sepanjang 2018. Jumlah ini diklaim menurun 16 kasus ketimbang tahun lalu.
 
"Kasus yang dapat diselesaikan 2.104 kasus," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Roma Hutajulu di Mapolres Jakarta Pusat, Jumat, 28 Desember 2018.
 
Menurut Roma, terjadinya penurunan ini akibat peran banyak pihak. Polri banyak dibantu unsur TNI, masyarakat, dan pihak terkait dalam mengamankan wilayah 'Ring 1' di Ibu Kota ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Hal ini menunjukan bahwa pola-pola yang digunakan kepolisian dalam bidang preventif dapat berjalan dengan baik," ucap Roma.
 
Dari total kasus kriminal yang ada di Jakarta Pusat, sebanyak 610 kasus di antaranya merupakan kasus narkotika. Jumlah ini belum termasuk kasus limpahan tahun sebelumnya, yang jika dijumlahkan menjadi 667 kasus. Sebanyak dua kasus masuk kategori menonjol lantaran polisi harus menuntaskannya lewat tindakan tegas.
 
Bila dijumlahkan, total ada 716 tersangka kasus narkotika yang ditangkap Polres Metro Jakarta Pusat. 662 tersangka berjenis kelamin laki-laki, 54 lainnya perempuan.
 
"Dari 716 tersangka narkoba terdapat dua WNA (warga negara asing) asal Mesir dan Nepal," ujarnya.
 
Baca: 32 Anggota Polda Metro Jaya Dipecat Sepanjang 2018
 
Polres Metro Jakarta Pusat menyita total 7,6 kilogram sabu sebagai barang bukti. Lalu, ada 5,1 kilogram ganja, 11.216 butir ekstasi, 0,76 gram tembakau gorila, dan 58 butir psikotropika golongan IV.
 
Menurut Roma, jumlah kasus narkotika di wilayah hukumnya sepanjang 2018 menurun 32 persen ketimbang tahun lalu. Roma mengklaim penurunan terjadi akibat upaya pencegahan yang dilakukan aparat.
 
“Satuan narkoba melalui bidang penyuluhan dan pembinaannya bekerja sama dengan pihak-pihak terkait yang concern terhadap penanganan narkoba. Lebih mengutamakan pencegahan,” ujarnya.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif