Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Dugaan Pencucian Uang Mafia Bola Diusut

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Lukman Diah Sari • 25 Januari 2019 15:41
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola tengah membidik dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus pengaturan skor. Sejumlah saksi ahli segera diminta keterangan untuk mengetahui adanya dugaan TPPU.
 
"Antara lain saksi ahli digital forensik kemudian ahli pidana dan ahli TPPU," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019.
 
Dedi menyakini tidak menutup kemungkinan adanya perbuatan melawan hukum seperti pencucian uang dalam transaksi pengaturan skor. Pihaknya pun, kata Dedi, telah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Surat permohonan kepada PPATK telah dibuat untuk bisa mengungkap kasus TPPU," ujar dia.
 
Sementara itu, dalam perkembangan kasus ini, polisi menyebut tersangka kasus dugaan pengaturan skor Vigit Waluyo mengaku menyuap anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto (DI) alias Mbah Putih. Suap ini supaya timnya, PSMP Mojokerto, naik kelas.
 
Baca:Pemeriksaan Vigit Disebut Bentuk Sinergi Penyelesaian Kasus
 
"Fakta-faktanya bahwa yang bersangkutan selaku manajer PSMP Mojokerto meminta bantuan DI alias mbah putih agar PSMP Mojokerto bisa lolos dari Liga 2 ke Liga 1," jelas Dedi.
 
Untuk mewujudkan itu, Vigit mentransfer uang ke Mbah Putih sebanyak tiga kali. "Pertama DP Rp50 juta, kemudian transfer ke rekening Bank Mandiri Rp25 juta, dan transfer ke rekening Bank Mandiri Rp40 juta. Jadi total uang yang diterima Rp115 juta kepada tersangka DI," tutur Dedi.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi