Ilustrasi--Aksi Teatrikal Penyiraman Air Keras Novel Baswedan--MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi--Aksi Teatrikal Penyiraman Air Keras Novel Baswedan--MI/ROMMY PUJIANTO

11 April Dideklarasikan Hari Teror Pemberantasan Korupsi

Nasional novel baswedan
Juven Martua Sitompul • 11 April 2019 19:59
Jakarta: Tanggal 11 April dideklarasikan sebagai hari teror terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. Deklarasi dilakukan wadah pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama penyidik senior Novel Baswedan, sejumlah tokoh dan aktivis antkorupsi.
 
Pantauan Medcom.id, deklarasi dibacakan Ketua WP KPK Yudi Purnomo di panggung peringatan 2 tahun kasus teror terhadap Novel di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 11 April 2019. Beberapa tokoh yang ikut membacakan deklarasi ini di antaranya tiga mantan Komisioner KPK, Abraham Samad, Bambang Widjojanto Widjojanto, dan Busyro Muqoddas.
 
Turut hadir aktivis HAM Nursjahbani Katjasungkana serta sejumlah aktivis antikorupsi lainnya. Dalam acara ini, Novel menerima karangan bunga sebagai bentuk dukungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Novel juga menerima poster petisi dukungan agar kasus teror yang dialami segera terungkap. Para peserta deklarasi menuntut Presiden Joko Widodo segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen.
 
Baca: TGPF Kasus Novel Dituntut Beberkan Hasil Investigasi
 
Pemerintah diminta benar-benar serius mengungkap teror-teror yang dialami pegawai KPK, pegiat HAM, buruh, tani dan elemen masyarakat lainnya. Berikut isi deklarasi yang dibacakan WP KPK, Novel dan aktivis antikorupsi.
 
Kami para tokoh masyarakat, akademisi, buruh, mahasiswa, aktivis, sopir, dan para pekerja, beserta putra dan putri bangsa Indonesia mendeklarasikan bahwa;
 
1. Mencanangkan tanggal 11 April sebagai hari teror terhadap Pemberantasan Korupsi dan Pembela HAM di Indonesia.
 
2. Menolak segala bentuk kebohongan, kepura-puraan, dan kepalsuan semua pihak yang seolah-olah mendukung KPK.
 
3. Menuntut kepada Presiden RI untuk bersikap tegas dan terang memerangi Teror serta pelemahan terhadap KPK.
 
4. Menuntut Presiden RI untuk berhenti menunda-nunda pembentukan TGPF lndependen.
 
5. Menuntut kepada Presiden RI untuk memastikan pengungkapan 10 kasus teror terhadap KPK. beserta kasus" teror Iain yang menimpa pembela HAM, Pegiat antikorupsi, aktivis sosial, buruh, serta petani di Republik Indonesia.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif