Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Foto: MI/Susanto
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Foto: MI/Susanto

TGPF Kasus Novel Dituntut Beberkan Hasil Investigasi

Nasional novel baswedan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 11 April 2019 07:50
Jakarta: Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di bawah komando Tito Karnavian diminta membeberkan hasil kerjanya menjelang 100 hari bekerja. Hari ini, tepat dua tahun sejak kasus penyiraman air keras itu terjadi, namun identitas pelakunya masih belum tersingkap.
 
"Laporan kinerja bukan sebaiknya, tapi sepatutnya. Itu bukan hanya per tiga bulan," kata peneliti ICW, Wana Alamsyah di kantor ICW, Rabu 10 April 2019.
 
Wana melanjutkan, selama ada temuan-temuan yang menarik, TGPF wajib menyampaikannya ke publik karena itu merupakan mandat. Ia meragukan kinerja tim gabungan jika tidak ada temuan yang signifikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Artinya dalam tanda kutip jangan-jangan mereka (TGPF) tidak serius mengupayakan hal ini. Atau jangan-jangan mereka menganggap kasus ini dipandang sebagai kasus-kasus biasa,” ucapnya.
 
Baca: Tim Gabungan Gerak Cepat Tuntaskan Kasus Novel
 
Jika memang belum ada hal yang signifikan, Wana mengatakan masyarakat sipil akan mendorong dibentuk lagi tim gabungan yang baru di bawah koordinasi langsung presiden. "Maka kenapa desakannya presiden sebagai pemimpin negara, karena dari segi garis komando presiden cenderung bebas dari intervensi,” ujar dia.
 
Nantinya, TGPF baru ini tak hanya dari satu unsur seperti sekarang. TGPF bisa mengakomodasi akademikus, aktivis, dan unsur kepolisian yang tidak sebanyak sekarang.
 
Novel Baswedan disiram air keras pada April 2017 sepulang menunaikan salat subuh di masjid dekat kediamannya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelaku penyerangan atas Novel hingga kini juga belum terungkap. Novel sebelumnya sempat menyebut jika aktor intelektual penyerangannya adalah salah satu jenderal di jajaran kepolisian.
 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif