Pengelola GBK Setor Rp35 Miliar Tahun Ini

Damar Iradat 30 November 2018 17:38 WIB
gbk
Pengelola GBK Setor Rp35 Miliar Tahun Ini
Warga berolahraga di pelataran SU GBK yang bermandi cahaya warna biru. Seluruh venue Asian Games 2018 dilengkapi fasilitas ramah penyandang cacat sesuai standart internasional. AFP Photo/Adek Berry
Jakarta: Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) bakal menyetor sekitar Rp35 miliar kepada pemerintah tahun ini. Uang itu merupakan jatah 15 persen dari keuntungan yang didapat GBK dalam setahun. 

Direktur Utama PPKGBK Winarto menyebut pendapatan mereka naik tahun ini setelah melakukan renovasi. Ia berharap kenaikan pendapatan ini tidak hanya terjadi pada 2018. 

"(Keuntungan kita) 15 persennya kita setorkan (ke pemerintah). Mungkin tahun ini kita akan setor kurang lebih Rp35 miliar," ujar Winarto di Kementerian Kesekretariatan Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 30 November 2018. 


Winarto menyebut pendapatan GBK meningkat 20 persen dari tahun lalu. Dia menargetkan tahun depan pendapatan GBK naik sebesar 45 persen. 

Sehingga, kata dia, skala ekonomi semakin tinggi, masyarakat yang menggunakan GBK juga mendapatkan manfaatnya. Jangan sampai, masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas di GBK malah terbebani.

"Yang kita harus jaga itu tadi, jangan sampai membebani publik," tutur dia.

(Baca juga: Wajah Baru Stadion Gelora Bung Karno)

Dia menambahkan pendapatan GBK tahun ini tak lepas dari banyaknya event. Selain acara pembukaan dan penutupan Asian Games serta Asian Paragames, masih banyak acara yang dihelat, salah satunya konser musik band Guns 'N Roses.

"Kemudian ada kegiatan masyarakat lain, pameran burung misalnya, lalu ada Gofood festival. Event-event itu terus akan ada dan nanti akan ada (Konser) Slank 23 Desember dalam waktu dekat," tutur dia. 

PPKGBK, kata dia, mendorong berbagai kegiatan masyarakat di kompleks olahraga terbesar se-Indonesia itu. Apalagi, dengan menggunakan GBK, yang mendapat untung bukan hanya pihak pengelola atau pemerintah.

"Kita business to business semua, ada income-nya juga, ada sponsor, ada TV broadcast. Contoh, misal Persija, AFC, AFF. Mereka itu kalau main di GBK, dia punya potensi income lebih baik. Persija itu kalau main di GBK, dia untung. Kalau main di luar GBK, dia susah cari uangnya," beber Winarto.

(Baca juga: Kompleks GBK makin ramah difabel)
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id