Muasal Uang Pengembalian Dana Kemah Dipertanyakan
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Krimsus, Polda Mertojaya, Jakarta, Jumat (23/11/2018). Foto: Antara/Reno Esnir
Jakarta: Penyidik Polda Metro Jaya didesak mengungkap sumber pengembalian dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia sebesar Rp2 miliar dari panitia Pemuda Muhammadiyah kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Agar bisa jelas apa motif di balik pengembalian ini.

"Kenapa harus dikembalikan kalau memang tidak terlibat, tidak melakukan, tidak jadi bagian dari prasangka-prasangka yang terjadi?" kata mantan Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air Ade Irfan Pulungan seperti dilansir Antara, Rabu, 28 November 2018.

Ade mempertanyakan asal uang yang dikembalikan ketua panitia Kemah dan Apel
Pemuda Islam Indonesia 2017 dari perwakilan Muhammadiyah, Ahmad Fanani, kepada Kemenpora itu. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui maksud dan sumber pengembalian
uang.


Menurut dia, seharusnya Ahmad Fanani dan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda
Muhammdiyah Dahnil Anzar Simanjuntak tidak perlu mengembalikan uang. Cukup dengan mempertahankan argumentasi jika meyakini tidak terjadi tindak pidana korupsi dalam kegiatan itu.

Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin
itu mengungkapkan pengembalian dana tidak menghilangkan dugaan tindak pidana korupsi yang dituduhkan.

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengaku telah melapor kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengenai pengembalian dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari perwakilan panitia Pemuda Muhammadiyah.

Gatot mengungkapkan Kemenpora menerima pengembalian Rp2 miliar dalam bentuk cek BNI. Cek dikirim melalui surat langsung ke Menpora.

"Sehingga kami terpaksa meminta izin untuk membuka langsung. Untuk selanjutnya kami proses pengembalian ke kas negara sesuai ketentuan yang berlaku," tutur Gatot.

Baca: Dahnil Bantah Kembalikan Uang ke Kemenpora

Kemenpora melibatkan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah menggelar Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah, 16-17 Desember 2017. Kemenpora menggelontorkan dana Rp5 miliar untuk kegiatan itu.

Belakangan, ada masyarakat yang mengadukan dugaan laporan fiktif oleh Pemuda Muhammadiyah atas kegiatan itu. Laporan ditujukan kepada Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya lantas memeriksa Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simajuntak, Ketua Pelaksana Kegiatan Ahmad Fanani, panitia dari Kemenpora Abdul Latif, dan panitia dari GP Ansor Safaruddin. Pemeriksaan dilakukan pada Senin, 19 November 2018. Dalam pemeriksaan disebutkan ada pengembalian Rp2 miliar dari PP Pemuda Muhammadiyah.

Sebelumnya, Dahnil membantah pemberitaan yang menyebut dirinya mengembalikan uang ke Kemenpora. Bantahan disampaikan lewat akun Twitter miliknya.

"Itu tidak benar karena saya tidak terkait. Yang benar adalah panitia mengembalikan dana Rp2 miliar ke Kemenpora," cuit Dahnil, Jumat 24 November 2018.






(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id