Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani

IPW Kritik Rencana Pengembalian Irjen Firli

Nasional konflik internal kpk
Media Indonesia • 01 Mei 2019 12:24
Jakarta: Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengkritik rencana pengembalian Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Firli ke Polri. Menurutnya, hal tersebut adalah gambaran bahwa lembaga antirasuah kini penuh manuver politik.
 
Menurut Neta, pengembalian anggota Polri dari KPK ke institusi asalnya adalah hal yang biasa jika tidak ada insiden. Namun, rencana pengembalian ini terkesan sarat kepentingan, mengingat sebelumnya ada manuver dan gejolak di internal KPK.
 
"Ini sangat tidak sehat dan terkesan pimpinan KPK kalah oleh manuver pihak tertentu di internal KPK. Para pimpinan KPK seperti anak indekos yang tidak mengakar di KPK, padahal para pimpinan KPK dipilih dari hasil seleksi yang ketat dengan biaya negara," kata Neta, Rabu, 1 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menilai, dengan adanya kasus ini, KPK terkesan sudah menjadi 'kerajaan' pihak tertentu. Menurutnya, ini sangat berbahaya bagi pemberantasan korupsi di Indonesia.
 
Rencana pengembalian Deputi Penindakan KPK muncul dari adanya surat terbuka dari sejumlah penyidik internal. Neta menyebut ada yang aneh dengan munculnya surat tersebut.
 
"Seharusnya pimpinan KPK menjelaskan seperti apa kebenaran surat terbuka tersebut. Bagaimana kondisi KPK yang sebenarnya saat ini? Jangan justru berencana mengembalikan Direktur Penindakan KPK ke Polri," paparnya.
 
Neta berharap jangan sampai pimpinan KPK dikebiri dan tidak berdaya menghadapi manuver politik sejumlah oknum di internalnya.
 
Baca: KPK Berencana Kembalikan Irjen Firli ke Polri
 
Lebih lanjut, Neta berpendapat surat terbuka itu merupakan sebuah gambaran nyata bahwa KPK tidak solid dan sedang terpecah belah dan sedang diadudomba oleh sejumlah pihak yang merasa full power. Kondisi ini akan sangat berbahaya bagi KPK yang saat dibentuk diharapkan solid dan mampu memberantas korupsi di negeri ini.
 
Neta melihat keberadaan surat terbuka itu menjelaskan bahwa musuh utama oknum tertentu di internal KPK adalah penyidik Polri. Jika kondisi ini terus berlanjut, sambung dia, diprediksi bakal terjadi perang terbuka di internal KPK antara penyidik Polri dan penyidik non-Polri.
 
"Akan terjadi polarisasi yang berbahaya bagi masa depan penegakan hukum yang dilakukan KPK," tandasnya.
 
Ia juga menyarankan agar Komisi III DPR yang berfungsi mengawasi kinerja KPK untuk memanggil semua pimpinan KPK untuk menjelaskan terkait hal ini.

 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif