Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko diperiksa Bareskrim terkait laporan terhadap peneliti ICW. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko diperiksa Bareskrim terkait laporan terhadap peneliti ICW. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Kasus Tudingan Renten Ivermectin, Moeldoko Ajukan 3 Saksi

Nasional polri pencemaran nama baik Moeldoko undang-undang ite Ivermectin Moeldoko ICW tudingan Ivermectin
Siti Yona Hukmana • 12 Oktober 2021 19:37
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengajukan saksi untuk memperkuat laporan pencemaran nama baik terhadap dua peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayoga dan Miftahul Huda. Pencemaran nama baik itu terkait tudingan perburuan renten atau untung dari peredaran obat Ivermectin
 
"Ya mungkin dua-tiga orang yang bisa kita ajukan, dari pihak Pak Moeldoko yang melihatnya," kata kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Oktober 2021. 
 
Otto menyebut ketiga orang itu bukan saksi ahli, melainkan saksi yang melihat tayangan tudingan terkait Ivermectin di YouTube dan yang mengetahui peristiwa itu. Saksi ahli nantinya ditentukan penyidik. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Moeldoko Dicecar 20 Pertanyaan Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik
 
"Kita hanya menyerahkan bukti-bukti bahwa kita melihat benar terjadi tindak pidana karena ada peristiwa itu. Jadi, kita menunjukkan bahwa pada tanggal sekian ada berita di YouTube menyatakan bahwa seseorang melakukan seperti ini (menuding Moeldoko memburu renten dari Ivermectin)," ungkap Otto. 
 
Otto menegaskan apa yang dituduhkan terhadap kliennya telah dibuktikan tidak benar. Moeldoko langsung menyerahkan bukti itu ke polisi sambil diperiksa sore tadi.
 
"Jadi, itu semua telah dibuktikan karena kalau pihak yang kita laporkan itu menyatakan sesuatu tanpa menyebutkan bukti-bukti, kita mau melaporkan sesuatu harus memiliki bukti-bukti. itulah yg kami sampaikan," ungkap Moeldoko.
 
Moeldoko diperiksa sebagai pelapor lebih kurang satu jam. Dia membeberkan kronologi tudingan terkait Ivermectin yang disampaikan dua peneliti ICW.
 
Moeldoko melaporkan dua peneliti ICW ke Bareskrim Polri pada 10 September 2021. Laporan Moeldoko diterima dengan Nomor: LP/B/0541/IX/2021/SPKT/Bareskrim Polri. 
 
Egi dan Miftah diduga melanggar Pasal 45 ayat (3) jo 27 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP.  
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif