NEWSTICKER
Suasana sidang tuntutan eks Dirut Ankasa Pura II di Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto: Medcom/Fachrie Audhia Hafiez
Suasana sidang tuntutan eks Dirut Ankasa Pura II di Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto: Medcom/Fachrie Audhia Hafiez

Eks Direktur Angkasa Pura II Dituntut 5 Tahun Bui

Nasional Kasus Suap angkasa pura ii
Fachri Audhia Hafiez • 18 Maret 2020 14:53
Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II Andra Yastrialsyah Agussalam dihukum lima tahun penjara. Jaksa menilai Andra terbukti menerima uang US$71 ribu dan SGD96,7 ribu.
 
"Menuntut agar terdakwa Andra Yastrialsyah Agussalam terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut," kata JPU KPK Haerudin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Andra juga dituntut membayar pidana denda Rp200 juta. Jika tidak mampu membayar, hukuman diganti dengan penjara lima bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andra diyakini menerima uang dari Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) Darman Mappangara. Uang US$71 ribu dan SGD96,7 ribu itu diterima bertahap pada Juli 2019.
 
Pemberian uang untuk mengupayakan PT Inti menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan semi baggage handling system (BHS). Pemasangan alat tersebut dilakukan di kantor cabang PT AP II antara PT Angkasa Pura Propertindo (APP) dan PT Inti.
 
Baca: Nurdin Basirun Dituntut Enam Tahun Penjara
 
Andra dinilai terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Perbuatan Andra sebagai Direktur Keuangan AP II yang merupakan salah satu BUMN telah mengabaikan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Andra juga telah menyalahgunakan kewenangan yang diberikan untuk melakukan kejahatan.
 
Andra juga diyakini terbukti merupakan pelaku yang aktif dalam melakukan kejahatan. Selain itu, berusaha menutupi kejahatan seolah-olah sebagai pembayaran utang piutang.
 
"Terdakwa tidak mengakui dan tidak menyesali perbuatannya," ujar jaksa Haerudin.
 
Sedangkan hal yang meringankan hukuman hanya memenuhi unsur belum pernah dihukum.
 
Andra mengajukan pembelaan atau pleidoi atas tuntutan tersebut. Majelis hakim menjadwalkan pembacaan pleidoi, Senin, 30 Maret 2020.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif