Ilustrasi tukang ojek online. MI/Francisco Utama Gani
Ilustrasi tukang ojek online. MI/Francisco Utama Gani

Polisi Awasi Protokol Kesehatan di Komunitas Ojol

Nasional Virus Korona ojek online
Cindy • 23 September 2020 14:05
Jakarta: Polda Metro Jaya membentuk tim khusus penindak pelanggar protokol kesehatan covid-19 berbasis komunitas ojek online (ojol). Mereka akan mengawasi dan menindak ojol yang melanggar protokol kesehatan.
 
"Ada 80 komunitas ojol dengan jumlah 10 ribu orang di seluruh Indonesia," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu, 23 September 2020.
 
Nana mengatakan ada 100 anggota ojol yang beroperasi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Mereka akan terus diawasi agar protokol kesehatan betul-betul diterapkan dengan baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polda Metro Jaya juga merekrut 351 komunitas sebagai tim khusus penegak disiplin protokol kesehatan berbasis komunitas. Namun, baru 80 komunitas ojol yang diluncurkan.
 
Baca: Kerumunan Ojol di Jakpus Dibubarkan
 
Tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Pemerintah Provinsi DKI, Kejaksaan Tinggi DKI, dan Pengadilan Tinggi DKI juga membentuk 19 satuan tugas penindak pelanggar protokol kesehatan tingkat provinsi. Terdiri atas 12 tim khusus stasioner dan tujuh tim khusus mobile.
 
"Sedangkan tingkat Polres sebanyak 161 timsus dengan rincian 13 timsus mobile dan 49 timsus stasioner, lalu Polsek terdiri dari 99 timsus," ujar Nana.
 
Polda Metro Jaya juga meluncurkan hotline pengaduan masyarakat tentang pelanggaran protokol kesehatan. Masyarakat yang menemukan pelanggaran dapat melapor lewat media sosial Twitter, Instagram, Facebook, hingga WhatsApp ke setiap polda, polres, dan polsek setempat.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif